dimadura
Beranda Tomang Sumenep TPID Sumenep Turun Gunung, Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Jelang Iduladha Pasar Anom

TPID Sumenep Turun Gunung, Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Jelang Iduladha Pasar Anom

Foto: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep, saat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Anom. (Istimewa/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Anom Sumenep, Sabtu (23/5).

‎Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman dan harga bahan pangan terkendali menjelang meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.

‎Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Polres Sumenep bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang tergabung dalam TPID Kabupaten Sumenep.

‎Sekretaris TPID Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan pengawasan difokuskan pada sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, daging, cabai, hingga bawang merah.

‎“Hari ini kami bersama tim TPID, Polres, dan OPD terkait melakukan pemantauan harga serta stok kebutuhan pokok dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Iduladha,” jelas dia.

‎Dari hasil pemantauan di lapangan, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan bawang merah.

‎Meski demikian, pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

‎Menurut Dadang, Pasar Anom menjadi salah satu titik utama pengawasan karena berfungsi sebagai pasar induk dan acuan harga bagi sejumlah pasar tradisional di wilayah kecamatan.

‎Karena itu, pemerintah daerah kata dia, terus memperkuat pengawasan distribusi barang agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang terlalu tinggi di pasaran.

‎Selain pemantauan langsung, TPID Kabupaten Sumenep juga menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi melalui program Warung Inflasi yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

‎Saat ini, Warung Inflasi permanen beroperasi di sekitar kantor Unit Pengelola Daerah (UPD) Pasar Anom.

‎Sementara layanan Warung Inflasi mobile mulai diperluas ke sejumlah kecamatan, seperti Lenteng dan Gapura.

‎Dadang menuturkan, upaya tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil menjelang Iduladha.

‎Lebih lanjut dia mengungkapkan, pemerintah daerah juga akan terus melakukan operasi pasar dan pengawasan distribusi hingga mendekati hari raya guna menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik penjualan di atas harga ketentuan.

‎Dadang mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok kebutuhan pokok dipastikan masih mencukupi.

‎“Langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok saat menghadapi hari besar keagamaan,” tutup Dadang.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

2

Konten Iklan