dimadura
Beranda Tomang Sumenep Anggaran RTLH Sumenep Menyusut 2026

Anggaran RTLH Sumenep Menyusut 2026

Foto:  Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyerahkan secara simbolis kepada warga sasaran program RTLH di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Senin (19/1), (Istimewa/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mengalokasikan anggaran untuk program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2026.

‎Namun, nilai anggaran yang disiapkan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya sehingga jumlah penerima bantuan juga mengalami penurunan.

‎Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep pada 2025 mengelola anggaran sebesar Rp 3.143.999.638 untuk memperbaiki 125 unit rumah warga.

‎Pada tahun ini, anggaran yang tersedia berkurang menjadi Rp 2.430.000.000 dengan sasaran penerima diperkirakan sekitar 97 keluarga.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep, Noviana Citrayati, mengatakan bahwa bantuan pada tahun lalu difokuskan pada peningkatan kualitas bangunan dan rehabilitasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah.

‎“Pada 2025 anggarannya sekitar Rp 3,1 miliar. Tahun ini menjadi Rp 2,43 miliar dengan estimasi penerima sekitar 97 keluarga,” kata Noviana, Rabu (11/2/26).

‎Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya setiap penerima memperoleh bantuan perbaikan rumah berukuran 4 x 6 meter senilai Rp 25 juta.

‎Sementara pada tahun ini bantuan diberikan dalam bentuk bantuan sosial dengan nilai yang sama, yakni Rp 25 juta per penerima.

‎Menurut Noviana, penerima bantuan tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep. Syarat utama penerima adalah memiliki rumah berbahan gedek dengan kondisi rusak sedang hingga rusak berat.

‎“Program ini merupakan komitmen Bupati untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.

‎Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menegaskan agar pelaksanaan program RTLH diprioritaskan bagi warga berpenghasilan rendah dan kategori miskin sehingga bantuan tepat sasaran.

‎“Kami meminta Disperkimhub memastikan bantuan ini benar-benar diterima masyarakat yang paling membutuhkan,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

2

Konten Iklan