Skip to content
Senin, 20 April 2026
News
RSUD Sumenep Hadirkan Layanan Antar Obat Langsung ke Rumah RSUD Sumenep Percepat Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan Tahun 2026 BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Gerakan Bike to Work Dukung Penghematan Energi di Sumenep BPRS Bhakti Sumekar Dorong Inklusi Keuangan Syariah Lewat Edukasi Publik LBH Achmad Madani Putra Siapkan Praperadilan Uji Penyidik Polres Pamekasan
MENU
Hubungi Kami
dimaduradimadura
  • Beranda
  • Tomang
  • Okara
  • Sakèthèng
  • Pangkèng
  • Ghârḍu
  • Congkop
  • Roma
  • Lapak
  • Bubungan
  • Lèbur

Kategori

  • Advertorial
  • Artis
  • Asta
  • Bangkalan
  • Bisnis
  • Bubungan
  • Budaya
  • Buku
  • Carèta
  • Cerpen
  • Congkop
  • Desa
  • Doa
  • Editorial
  • Elektro
  • Esai
  • Fakta Unik
  • Fashion
  • Film
  • Gaguridan
  • Gancaran
  • Gardu
  • Headline
  • Kisah Mistis
  • Kolom
  • Komunitas
  • Konten
  • Kosa Kata
  • Kuliner
  • Lapak
  • Legenda
  • Lembaga
  • Lirik Lagu
  • Manca
  • Materi
  • Nasional
  • Obituari
  • Okara
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pamekasan
  • Pamekasan
  • Pangkèng
  • Pangraja
  • Paramasastra
  • Profil
  • Rental
  • Roma
  • Saketheng
  • Sampang
  • Sastra
  • Sejarah
  • Situs
  • Sumenep
  • Tapalkuda
  • Tareka
  • Tecno
  • Tokoh
  • Tomang
  • Wawancara
  • Wisata
dimaduradimadura
  • Tomang
    • Sumenep
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Bangkalan
    • Tapalkuda
    • Editorial
    • Advertorial
    • Nasional
    • Manca
  • Sakèthèng
    • Tareka
    • Soal
    • Doa
    • Buku
    • Materi
  • Pangkèng
    • Sastra
    • Kosa Kata
    • Paramasastra
  • Okara
    • Ghâghuridhân
    • Gancaran
    • Esai
    • Kolom
    • Cerpen
    • Carèta
    • Legenda
  • Ghârḍu
    • Sejarah
    • Wisata
    • Budaya
  • Congkop
    • Profil
    • Tokoh
    • Obituari
    • Situs
    • Asta
    • Pangrajâ
  • Roma
    • Desa
    • Komunitas
    • Lembaga
    • Organisasi
  • Ḍâpor
    • Kuliner
    • Bârung
  • Konten
    • Tecno
    • Elektro
    • Film
    • Otomotif
  • Bubungan
    • Kisah Mistis
    • Fakta Unik
Beranda Okara Cerpen Cerpen Muhammad Dzunnurain: “Buku Catatan”

Cerpen Muhammad Dzunnurain: “Buku Catatan”

Oleh dimadura - 7 Juli 2024, 12:59
Bagikan:
Gambar Ilustrasi Cerpen Muhammad Dzunnurain: Buku Catatan (Istimewa)
Gambar Ilustrasi Cerpen Muhammad Dzunnurain: Buku Catatan (Istimewa)

Logo Dimadura.idSASTRA DIMADURA – Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Budi. Ia terkenal sebagai anak yang rajin dan pintar. Namun, ada satu hal yang membuat Budi berbeda dari teman-temannya, yaitu kebiasaannya menulis di buku catatan kecil yang selalu dibawanya ke mana pun ia pergi.

Buku catatan itu sudah lusuh, sampulnya mulai mengelupas, dan beberapa halaman dalamnya sudah kusut karena seringnya dibuka dan ditulis. Meskipun begitu, bagi Budi, buku catatan itu adalah benda paling berharga yang dimilikinya.

Semua bermula ketika Budi masih duduk di bangku sekolah dasar. Gurunya, Pak Joko, sering menekankan pentingnya mencatat hal-hal penting di buku.

“Menulis itu mengikat ilmu,” kata Pak Joko suatu hari. Sejak saat itu, Budi mulai rajin mencatat segala hal yang ia pelajari di sekolah. Bahkan, kebiasaan itu berlanjut hingga ia lulus sekolah dasar dan memasuki sekolah menengah pertama.

Suatu hari, Budi menemukan bahwa menulis bukan hanya sekadar mencatat pelajaran, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya.

Ia mulai menulis cerita-cerita pendek, puisi, dan bahkan catatan harian. Buku catatan kecilnya itu menjadi saksi bisu perkembangan dirinya.

Baca Juga:

Foto: Ilustrasi. Sejarah Hari Perempuan Internasional Dimulai Di Amerika Serikat. (Istimewa/Doc. Dimadura).

Merayakan dengan Keberanian: Refleksi Hari Perempuan 2026 dari Ruang Gerak KOPRI

***

Di halaman pertama buku catatannya, Budi menulis tentang mimpi-mimpinya. “Suatu hari nanti, aku ingin menjadi seorang penulis terkenal,” tulisnya dengan semangat.

“

Setiap kali ia menulis cerita baru, ia merasa satu langkah lebih dekat dengan mimpinya, dan pada sore hari, ketika Budi sedang duduk di bawah pohon besar di depan rumahnya, ia melihat sekelompok anak bermain layang-layang.

“

Ia teringat masa kecilnya dan betapa ia sangat menikmati bermain layang-layang bersama teman-temannya. Ia segera membuka buku catatannya dan mulai menulis tentang kenangan itu.

“Layang-layang di langit biru, terbang tinggi bersama angin. Kami berlari di padang rumput, tertawa dan bersorak. Ah, betapa indahnya masa kecil,” tulis Budi dengan perasaan hangat.

Buku catatan itu juga menyimpan kisah cinta pertama Budi. Di bangku sekolah menengah pertama, Budi menyukai seorang gadis bernama Ayu. Siti adalah gadis yang manis, pintar, dan selalu ramah kepada siapa saja. Namun, Budi terlalu pemalu untuk mengungkapkan perasaannya.

Setiap kali ia melihat Ayu, jantungnya berdebar kencang. Ia mencurahkan perasaannya ke dalam tulisan. “Hari ini aku melihat Ayu lagi. Senyumnya selalu membuatku merasa bahagia. Tapi, aku tak pernah berani mengatakan apa yang kurasakan,” tulisnya di salah satu halaman buku catatannya.


BACA JUGA:

Gambar Ilustrasi Carpan Fendhi Covi: Mardika Daddi Guru P3K (Istimewa)

Mardika Daddi Guru P3K

Tradisi Tanèyan Lanjhâng Di Sumenep, Madura (Gambar: Tadjul Arifien R. For Dimadura.id)

Tradisi Tanèyan Lanjhâng Sumenep: Struktur dan Filosofi Pemukiman di Madura

Ilustrasi Orang Sok Baik (Istimewa)

Fenomena Psikologis Orang Sok Baik

Gambar Ilustrasi Cerpen Surealisme Berjudul Argyris: Penjaga Kota Mimpi (Istimewa)

Argyris: Penjaga Kota Mimpi


Pada saat itu, Budi mendengar kabar yang membuat hatinya hancur. Ayu akan pindah ke kota lain karena ayahnya mendapatkan pekerjaan baru.

Hari itu, Budi merasa dunianya runtuh. Ia menulis dengan hati yang berat, “Hari ini, Ayu berkata bahwa ia akan pindah. Aku merasa sangat sedih. Mungkin ini saatnya aku harus merelakannya.”

***

Setelah lulus sekolah menengah atas, Budi memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di kota. Ia membawa buku catatannya yang sudah penuh dengan tulisan-tulisan kenangan. Di kota, Budi menghadapi banyak tantangan baru. Ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dan belajar hidup mandiri.

Di waktu senggangnya, Budi tetap menulis. Ia menuliskan pengalaman-pengalamannya di kota, pertemuannya dengan orang-orang baru, dan perjuangannya mengejar mimpi menjadi penulis.

“

Kota ini penuh dengan kehidupan. Setiap sudutnya menawarkan cerita yang menunggu untuk dituliskan,

“ tulisnya suatu hari.

Pada suatu hari, Budi menghadiri sebuah seminar menulis yang diadakan di kampusnya. Pembicara pada seminar itu adalah seorang penulis terkenal bernama Pak Bambang. Setelah seminar selesai, Budi memberanikan diri untuk mendekati Pak Bambang dan menunjukkan buku catatannya.

Pak Bambang membaca beberapa halaman dengan seksama. “Kamu punya bakat, Budi. Tulisanmu sangat menyentuh dan penuh dengan perasaan,” kata Pak Bambang. “Teruslah menulis, dan jangan pernah berhenti bermimpi.”

Kata-kata Pak Bambang itu membuatnya Budi memperbarui semangatnya. Ia merasa bahwa mimpinya bukanlah sesuatu yang mustahil.

Dengan bimbingan dari Pak Bambang, Budi mulai mengirimkan tulisannya ke berbagai media. Beberapa bulan kemudian, salah satu cerpennya dimuat di sebuah majalah terkenal. Budi sangat bahagia dan segera menulis tentang pengalamannya itu di buku catatannya.

“Hari ini adalah hari yang tak akan pernah kulupakan. Cerpenku dimuat di majalah! Aku merasa sangat bangga dan bersyukur,” tulisnya dengan hati yang penuh kebahagiaan.

***

Setelah beberapa tahun tinggal di kota dan meraih beberapa kesuksesan, Budi memutuskan untuk pulang ke desanya. Ia merasa rindu dengan suasana desa dan keluarganya. Namun, ada satu hal yang membuatnya merasa cemas. Apakah ia akan bisa tetap menulis dengan baik di desa yang terpencil?

Di desa, Budi menemukan bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Ia menulis tentang kehidupan sehari-hari di desa, tentang orang-orang yang ia temui, dan tentang kenangan masa kecilnya. Buku catatannya yang baru kembali penuh dengan tulisan-tulisan yang mengalir dari hatinya.

Suatu hari, Budi menemukan bahwa buku catatannya sudah penuh. Ia merasa sedikit sedih, tetapi juga bangga karena ia telah mengisi setiap halaman dengan cerita hidupnya. Ia membeli buku catatan baru dan menuliskan sesuatu di halaman pertama.

“Buku catatan ini adalah awal dari petualangan baru. Aku akan terus menulis dan mengejar mimpiku. Semoga setiap halaman yang kutuliskan bisa membawa kebahagiaan dan inspirasi.”

***

Waktu terus berlalu, dan Budi tumbuh menjadi penulis yang dikenal banyak orang. Ia telah menulis beberapa buku yang sukses dan memberikan banyak inspirasi bagi pembacanya. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah adalah kebiasaannya menulis di buku catatan.

Buku catatan Budi bukan hanya menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi selanjutnya. Anak-anak di desanya sering datang untuk mendengarkan cerita-cerita Budi, dan mereka merasa terinspirasi untuk menulis juga.

Suatu hari, Budi memberikan salah satu buku catatannya kepada seorang anak kecil yang sangat gemar menulis. “Teruslah menulis, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” kata Budi sambil tersenyum.


Muhammad Dzunnurain

Muhammad Dzunnurain, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (UNISMA). Aktif di beberapa Organisasi Mahasiswa salah satunya Himpunan Mahasiswa Jurusan (English Student Association), LPM Fenomena (FKIP), Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Malang Raya, PMII Rayon Al-Kindi, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan, dan Kabiro Malang Koran Metro 7 Online. Beberapa karyanya telah di muat di media Online dan Cetak di antaranya Majalah Sidogiri Edisi 179, Warta Universitas Surabaya Edisi 335, 338, dan 339 (2023), Koran Harian Bhirawa (2022), Nolesa “Berimbang dan Mencerdaskan”(2022), Negeri Kertas “Jurnal Sastra dan Seni Budaya”(2022), Gerakan “Sadar Membaca” Rumah Baca.Id (2022), Rumah Literasi Sumenep (2022), Tiras Times (2022), Riau Sastra (2023), Terminal Mojok (2023), Ngewiyak (2023),Koran Suara Merdeka (2023), Jawa Pos Radar Banyuawangi (2023), Jawa Pos Radar Bogor (2024), Dunia Santri (2024). Penulis bisa dihubungi melalui email muhammaddzunnurain63@gmail.com

Post Views: 554

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Buku CatatanCerpenMuhammad DzunnurainSastra Dimadura
Komentar
Bagikan:
Sebelumnya

PBNU Tetapkan Awal Muharram 1446 H: Cek Tanggal dan Keutamaannya

Selanjutnya

Kisah Teguh Doni Efendy, Bina Narapidana Rutan Beternak Kambing

Artikel Terkait

Gambar Ilistrasi Artikel Surat Tugas Mas Kiai: Antara Siasat, Ilusi, dan Konspirasi (Mazdon/Dokumen dimadura.id)

Surat Tugas Mas Kiai: Antara Siasat, Ilusi, dan Konspirasi

Gambar Ilustrasi Puisi King Abdul Rahem (Istimewa)

Nuansa Sufistik dan Iluminasi dalam Puisi-puisi King Abdul Rahem

LEMBUR DESEMBER: Apakah Anggaran Pemerintah Harus Habis?

Apakah Anggaran Pemerintah Harus Habis dalam Satu Tahun?

OKARA

Foto: ILUSTRASI. Sejarah Hari Perempuan Internasional dimulai di Amerika Serikat. (Istimewa/Doc. Dimadura).
Okara

Merayakan dengan Keberanian: Refleksi Hari Perempuan 2026 dari Ruang Gerak KOPRI

Foto: Noris Sabit Presiden Fakta Foundation bersama 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026, (Ari/Doc. Dimadura).
Kolom

Membaca Rekam Jejak 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026

Merawat "Akar" Simpul Maiyah Damar Ate Sumenep
Komunitas

Merawat “Akar” Simpul Damar Ate

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan
Kolom

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan

Kolom

SOAL KASUS JAMBRET JOGJA

SAKÈTHÈNG

Download PDF: Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban

Materi 10 November 2025
Cover 3 Buku Sejarah Madura dan Pesantren

Tiga Buku Ini Merekam Peran Sentral Madura dalam Sejarah dan Pesantren

Buku 19 Oktober 2025
Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Materi 22 September 2025
Momen Foto Bersama Pernikahan di Desa Totosan, Batang-Batang, Sumenep

Musim Nikah, Ini Teks Contoh MC Pernikahan Bahasa Madura

Tareka 14 September 2025

PANGKÈNG

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang "Pegulat Puisi"
Sastra

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali

Ilustrasi penyair MH Efendi dengan kutipan sajak reflektif tentang perjuangan hidup dan kesunyian manusia
Sastra

Sajak MH Efendi

Sastra

Membaca Puisi “Rajâ Atè” karya Liwail Amri

Gaguridan

Rajâ Atè: Refleksi Akhir Tahun 2025

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak
Pangkèng

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak

ADVERTORIAL
ADVERTORIAL
Launching Kantor PBH Jatim
previous arrow
next arrow

DIMADURA.ID | Ruang bagi orang Madura membaca, menulis, dan bersuara dalam bahasa, budaya, dan kearifan sendiri.

Jalan Raya Gapura, Ds. Buddagan Bangkal No. 41,
Kec. Kota, Sumenep, Madura, Indonesia
Contact: 082333811209

Email: redaksi@dimadura.id atau dimadura99@gmail.com

INFORMASI

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tarif Kerjasama
Copyright @dimadura.id 2021

Konten Iklan

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!