Sejumlah Wisatawan Australia Tiba di Sumenep dengan Kapal Pesiar, Disambut Seni Budaya Lokal
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) asal Australia tiba di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kedatangan mereka disambut dengan beragam pertunjukan seni dan budaya khas madura sebagai bagian dari upaya promosi pariwisata daerah ke tingkat internasional.
Para wisatawan tersebut datang menggunakan kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Pelindo III Kalianget.
Setibanya di Pendopo Agung Keraton Sumenep mereka disuguhi penampilan Musik Tong-Tong, Sapi Sonok, Tari Muang Sangkal, hingga Tari Topeng yang menggambarkan kekayaan tradisi masyarakat Madura, khususnya Sumenep.
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim mengatakan, kunjungan wisatawan asing tersebut menjadi indikator meningkatnya daya tarik Sumenep sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah.
“Kehadiran wisatawan asal Australia ini menunjukkan bahwa Sumenep semakin dikenal sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Ini momentum penting bagi pengembangan pariwisata daerah,”jelas dia. Jum’at, (23/1/26).
Menurut wabup, daya tarik pariwisata Sumenep tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan budaya, sejarah, serta keramahan masyarakat lokal.
Selain menyaksikan pertunjukan, para wisatawan juga diajak berkeliling kawasan Keraton Sumenep untuk mengenal lebih dekat peninggalan Kerajaan Sumenep beserta nilai sejarah yang melekat di dalamnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi menilai, kunjungan wisatawan mancanegara ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan wisata sejarah dan budaya Sumenep ke kancah global.
Menurut dia, Pendopo Keraton Sumenep merupakan salah satu destinasi unggulan karena menyimpan nilai sejarah yang tinggi.
”Kami berharap pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi promosi positif bagi pariwisata Sumenep di tingkat internasional,” kata Faruk.
Sedangkan pada hari sebelumnya, Kamis (2/1), Konsul Jenderal Australia di Surabaya Glen Askew juga melakukan kunjungan ke Desa Wisata Keris Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
Dalam kunjungan tersebut, Glen Askew bersama rombongan menyaksikan secara langsung proses pembuatan keris khas Sumenep, mulai dari tahap pemukulan baja, pembentukan bilah, hingga proses ukiran yang sarat makna filosofis.
Ia bahkan turut mencoba beberapa tahapan pembuatan keris yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para empu setempat.
“Desa Aeng Tongtong merupakan pusat keris yang telah diakui UNESCO. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Sumenep ke dunia internasional,”jeas Faruk.
Pada momentum itu Wakil Bupati Sumenep bersama Kepala Disbudporapar memberikan sebuah keris khas Sumenep kepada Konsul Jenderal Australia Glen Askew.
Perberian ini sebagai penghormatan sekaligus persahabatan dan promosi wisata Sumenep.
“Pemberian keris ini menjadi simbol persahabatan sekaligus upaya melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Sumenep ke kancah global,”tutup Faruk.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




