Sumenep Punya Jagung Unggulan, Inilah Strategi DKPP Tingkatkan Kesejahteraan Petani Jagung
NEWS DIMADURA, SUMENEP– Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, dikenal memiliki varietas jagung yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan termasuk jagung unggulan.
Menyadari potensi besar tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat menggagas sejumlah strategi guna meningkatkan kesejahteraan para petani jagung.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa potensi tanaman jagung di daerahnya cukup merata di hampir seluruh kecamatan, dengan karakteristik dan varietas yang beragam.
“Potensi jagung di Sumenep tersebar merata, baik di daratan maupun kepulauan, dengan keunggulan masing-masing varietas,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).
Beberapa daerah memiliki kekhasan varietas. Kecamatan Batuputih, misalnya, dikenal dengan jagung lokal unggulannya.
Sementara Kecamatan Lenteng dan Guluk-Guluk lebih banyak menanam jagung hibrida. Kombinasi varietas lokal dan hibrida juga dijumpai di Kecamatan Bluto dan Pragaan.
Meski produksi jagung menunjukkan hasil yang menjanjikan, harga jual di tingkat petani masih jauh dari harga pasar.
Saat ini, petani menjual jagung pipilan kering kepada pengepul di kisaran Rp 4.300 hingga Rp 4.400 per kilogram.
Sedangkan harga di Pasar Anom Sumenep pada pertengahan April 2025 tercatat sebesar Rp 8.000 per kilogram.
Hal tersebut berdasarkan, pernyataan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Idham Halil, pada Rabu (16/04/2025).
“Berdasarkan pantauan kami, harga jagung pipilan kering di Pasar Anom Rp. 8.000 per kilogram,” jelasnya.
Ketimpangan harga ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, untuk menjembatani kendala yang terjadi. Chainur Rasyid yang akrab disapa Inung mengungkapkan DKPP Sumenep tengah mengembangkan sebuah inovasi digital berbasis teknologi, yaitu aplikasi “Silangtani” Sumenep.
Melalui aplikasi itu, ia menjelaskan petani dapat langsung terhubung dengan pembeli tanpa melalui perantara, serta dapat melakukan proses lelang komoditas hasil pertanian secara daring.
Sehingga aplikasi ini diharapkan mampu mendorong harga jual yang lebih adil bagi petani.
Namun, Inung mengakui bahwa implementasi aplikasi “Silangtani” masih dalam tahap awal. Saat ini, pihaknya tengah menjajaki potensi pasar dengan melakukan kunjungan ke beberapa pasar besar di Malang dan Surabaya.
“Kami sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pembeli potensial sebagai mitra dalam aplikasi ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap adanya aplikasi itu mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat posisi tawar petani dan mendorong kesejahteraan mereka, khususnya dalam komoditas jagung yang menjadi salah satu andalan pertanian Sumenep.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow



