PANGKÈNG SASTRA, DIMADURA - Perpisahan adalah pelajaran pertama tentang kehilangan yang indah. Di bangku SD, momen ini menjadi kenangan tak tergantikan—terutama kepada sosok guru yang sabar membimbing sejak kita belum bisa mengeja nama sendiri.
Redaksi dimadura.id menyuguhkan lima puisi perpisahan siswa SD dalam bahasa Madura. Diterjemahkan dengan penuh rasa, puisi-puisi ini adalah bait-bait cermin kepolosan hati anak-anak saat harus berkata- “selamat tinggal†-pada gurunya.
1. Guruku Punya Tangan Ajaib
Guruku punya tangan ajaib, Bisa membuat huruf menari di papan. Bisa ubah aku yang mengantuk, Jadi anak yang semangat dan sopan.
Kalau beliau tersenyum, Langit jadi biru muda. Kalau beliau sedih, Hujan pun ikut menetes di jendela.
Tang Guru Andhi' Tanang Ajaib
Tang guru andhi' tanang ajaib, Bisa nyeher aksara atari neng e papan. Bisa ngoba sengko' se ngantok, Daddi na'-kana' se barenteng ban sopan.
Kalamon salerana mesem, Langnge' daddi biru ngodha. Kalamon salerana seddhi, Ojan bai noro' ngarettes e candhila.
2. Selamat Jalan, Pelangi Itu (Nuansa Alam)
Guruku seperti pelangi, Datang saat hujan hati. Kini kau pergi perlahan, Seperti senja yang pamit ke malam.