EDITORIAL Ramai-ramai media memberitakan rencana perubahan status Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan. Saya kok jadi tertarik menulis unek-unek tentang ini.

Isu ini datang tanpa gaduh. Tak ada spanduk. Tak ada seremoni. Tapi jika benar-benar terwujud, dampaknya berpotensi memengaruhi arah pembangunan pulau-pulau di ujung timur Madura.

Apalagi jika disetujui sebagai kabupaten kota sekaligus kabupaten kepulauan. Maka meminjam sesumbar teman, “Akan muncul DUA MATAHARI dari ujung timur Pulau Madura.”

Rumor yang berkembang, sebenarnya isu Sumenep jadi kabupaten kepulauan sudah bergulir dan memang digodok lebih sejak satu tahun yang lalu.

Ngopi di Brobaks

Lima hari lalu, Rabu(15/7), isu Kabupaten Sumenep Kepulauan kembali muncul di kepala saya, ketika sedang ngopi bareng sejumlah teman jurnalis di Brobaks Coffe, Pabian.

Kala itu, kebetulan adalah hari peresmian Polresta Sumenep. Wartawan dilarang meliput ke dalam area Polres. Sehingga teman-teman wartawan bubar milih ngopi.

Saya coba lempar satu pertanyaan.

“Ada nggak ya, kaitan upaya pemerintah mengusulkan Sumenep menjadi kabupaten kepulauan, dengan, perubahan status Polres Sumenep menjadi Polresta Sumenep?”

Mereka saling berpandangan. Tak ada yang langsung menjawab.

Iseng. Saya coba tanya ke AI. Jawabannya adalah, TIDAK.