SASTRA, DIMADURA – Perpisahan sekolah adalah momen penuh emosi, terutama bagi siswa SMP yang akan melangkah ke jenjang berikutnya. Dalam budaya Madura, ungkapan rasa terima kasih, kenangan, dan harapan bisa disampaikan lewat puisi dengan bahasa yang khas dan menyentuh.
Berikut ini kami sajikan 5 contoh puisi perpisahan dalam bahasa Madura dan terjemahannya, bisa menjadi inspirasi untuk acara perpisahan siswa SMP. Tiap baitnya memuat kehangatan kenangan dan penghargaan mendalam terhadap para guru.
Guru dan Kopi Pahit
Guru kami suka kopi pahit, Katanya, “Seperti hidup, tapi tetap dinikmati.†Kami tertawa, walau tak paham betul, Sampai ujian datang tanpa permisi. Kini kami mengerti, Kopi itu bukan sekadar minuman, Tapi cara beliau mengajarkan, Bahwa hidup juga bisa kuat tanpa gula.
Ghuru, Kobhi Paè'
Pa'.. Bu.. Bhâdhân kaulâ senneng kobhi paè' Ca'èpon, "Samè sareng kaoá¸i'ân, Pagghun bisa èsèrot."
Bhâdhân kaulâ aghella' bhâi, Sanajjân ta' ngartè, kantos ujiyân tèbhâ, ta' mèt-amèt
Èngghi, Pa'.. Bu.. Bhâdhân kaulâ aonggu' taná¸hâ ngartè, Kobhi ka'á¸issa' ongghuna bânnè nom-ènoman, Bhâli' carana Ajunan morok sèttong pangajhâran: Jhâ' saongghuna oá¸i', bisa kowat Tekka' ta' èghulâin.
Senja di Ujung Papan Tulis
Ada senja di ujung papan tulis, Setiap kali engkau menutup buku. Waktu berjalan, kami tumbuh, Tapi engkau tetap sabar menunggu. Guru, engkau tak pernah pergi, Hanya pindah dari suara ke ingatan. Dan dari tulisan, Menjadi cahaya di masa depan.