BANGKALAN, DIMADURA Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menduga puluhan siswa di Kecamatan Kokop mengalami keracunan akibat makanan MBG yang dimasak sejak malam sebelum dibagikan.

Menurutnya, makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop Dupok 1 mulai diolah sekitar pukul 23.00 WIB hingga tengah malam. Ia menilai jarak waktu memasak dengan waktu konsumsi terlalu lama karena makanan baru disantap siswa sekitar pukul 10.00 WIB keesokan harinya.

“Saya khawatir bumbunya itu. Saya tanyakan dapur itu memasaknya sekitar pukul 11 malam sampai 12 malam. Jadi kalau dikonsumsi pukul 10 siang itu sudah melebihi batas waktu,” katanya, Jumat (5/6).

Diketahui, SPPG Kokop Dupok 1 menyalurkan MBG kepada 3.732 penerima manfaat. Saat insiden terjadi, menu yang dibagikan berupa nasi putih, sate ayam, acar timun dan wortel, tempe, serta semangka.

Meski demikian, Bambang menegaskan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Selain faktor waktu pengolahan makanan, Satgas MBG Bangkalan juga menyoroti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur MBG yang dinilai masih menggunakan standar lama.

“Ada IPAL, hanya saja masih pakai standar lama. Hari ini IPAL standar baru sudah datang,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, 21 siswa SMAN 1 Kokop dilarikan ke puskesmas setelah mengalami pusing dan muntah usai menyantap MBG. Tidak lama kemudian, siswa dari sekolah lain yang menerima distribusi makanan dari dapur yang sama juga mengalami gejala serupa.

Total sebanyak 84 siswa dilaporkan terdampak. Hingga kini, 12 siswa masih menjalani perawatan inap di puskesmas karena mengalami gejala lebih berat, sementara 72 siswa lainnya dinyatakan membaik.

***