NEWS PAMEKASAN, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk mendukung pengembangan usaha mikro yang tersebar di 13 kecamatan pada tahun 2026. 

‎Program tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tahan usaha kecil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat, namun kerap menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan usahanya.

‎“Insya Allah pada tahun ini kami akan membantu para pengusaha mikro dengan menyediakan bantuan sesuai kemampuan pemerintah daerah, yaitu sekitar Rp 2 miliar, dan itu akan didistribusikan secara merata di 13 kecamatan di Pamekasan,” ucap Kholilurrahman saat membuka Economic Fest 2026 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pamekasan, Senin (1/6/2026) malam.

‎Menurut dia, pelaku usaha mikro memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian keluarga maupun perekonomian daerah. 

‎Karena itu, kata Bupati Pamekasan pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan program yang dapat menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM.

‎“Para pelaku usaha mikro memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami akan berupaya menghadirkan program yang dapat membantu keberlangsungan dan pengembangan usaha mereka,” ujarnya.

‎Kholilurrahman yang akrab disapa Kiai Kholil itu menilai keberadaan pelaku usaha kecil selama ini sering dipandang sebelah mata, meskipun aktivitas ekonomi yang mereka jalankan memiliki dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

‎“Selama ini banyak yang beranggapan bahwa pelaku UMKM bukan apa-apa karena hanya berjualan gorengan, tahu, pisang dan sebagainya. Padahal mereka merupakan salah satu penggerak ekonomi. Karena itu, ke depan akan kita perhatikan lebih serius,” terangnya.

‎Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah daerah dapat menjadi stimulus bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

‎“Kita ingin mereka juga merasakan perhatian pemerintah, karena mereka adalah bagian dari penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.

‎Selain memberikan bantuan kepada usaha mikro, Pemkab Pamekasan juga berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, peningkatan investasi, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎Meski demikian, Kholilurrahman menekankan bahwa upaya memperkuat sektor ekonomi tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. 

‎Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan dunia usaha dan organisasi pengusaha.

‎Ia berharap HIPMI maupun pemangku kepentingan lainnya dapat terus memberikan masukan dan gagasan konstruktif guna mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

‎“Kami berharap berbagai pihak, termasuk HIPMI, dapat memberikan masukan kepada pemerintah tentang bagaimana cara menggerakkan roda ekonomi masyarakat, baik melalui UMKM maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” pungkasnya.***