NEWS PAMEKASAN, DIMADURA–Terhentinya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, berdampak pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah.
Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi tingkat kehadiran sebagian siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Tenaga pendidik di Lembaga Pendidikan Miftahul Ulum Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Mosi, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis selama ini menjadi salah satu faktor yang mendorong semangat belajar siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Menurut dia, sejak distribusi MBG terhenti akibat tidak beroperasinya SPPG setempat, sejumlah siswa mulai menunjukkan penurunan kehadiran di sekolah.
“Bagi masyarakat miskin yang hidup di desa seperti Rek Kerrek, Program MBG ini sangat bermanfaat dan menjadi salah satu pendorong keaktifan siswa untuk bersekolah,” kata Mosi, Kamis (4/6/2026).
Ia menuturkan bahwa mayoritas siswa di wilayah tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Karena itu, keberadaan program MBG dinilai memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan gizi anak sekaligus membantu meringankan beban keluarga.
Mosi menyebut, dalam beberapa waktu terakhir terdapat sekitar lima hingga sepuluh siswa yang tidak masuk sekolah setiap hari. Sebagian besar di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu.
“Saat ini hampir setiap hari ada sekitar lima sampai sepuluh siswa yang tidak masuk sekolah. Rata-rata mereka berasal dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.
Salah satu siswa yang disebut terdampak adalah Ardi, siswa kelas IV MI Miftahul Ulum.
Menurut pihak sekolah, tingkat kehadiran Ardi menurun sejak program MBG tidak lagi diterima oleh sekolahnya.
Meski demikian, pihak sekolah belum memiliki data resmi yang menunjukkan bahwa ketidakhadiran siswa semata-mata disebabkan oleh terhentinya program MBG.
Namun, berdasarkan pengamatan para guru, kondisi tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan berkurangnya akses siswa terhadap program tersebut.
Mosi mengaku bersama sejumlah kepala sekolah di wilayah setempat telah mendatangi pengelola SPPG Rek Kerrek untuk meminta penjelasan terkait penghentian operasional dapur MBG dan menanyakan kepastian waktu layanan kembali berjalan.
“Kami bersama beberapa kepala sekolah sudah mendatangi SPPG Rek Kerrek untuk menanyakan kapan dapur bisa kembali beroperasi. Karena yang terdampak langsung adalah para siswa,” katanya.
Pihak sekolah berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait dapat segera mengaktifkan kembali operasional SPPG Rek Kerrek agar distribusi Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan normal.
"Keberlanjutan program ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga berpotensi mendukung motivasi belajar dan kehadiran peserta didik, khususnya di wilayah pedesaan dengan tingkat ekonomi masyarakat yang relatif rendah," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional maupun pengelola SPPG Rek Kerrek terkait alasan penghentian operasional serta jadwal pasti layanan akan kembali dibuka.***
Siswa Rek-kerek Pamekasan Dilaporkan Jarang Masuk, Diduga Sebab Dihentikannya Operasional SPPG
Pamekasan, Dapur MBG, Siswa Pamekasan, MBG, Berita Hari Ini, Dimadura.id, Berita Madura, Berita Pamekasan.