NEWS DIMADURA, SAMPANG – Di balik kesuksesan Ring Ababil Bird Farm yang dikenal sebagai pencetak burung juara, terdapat prinsip dan rahasia yang selalu dipegang teguh oleh sang pemilik, Abdul Aziz Ali.
“Yang utama adalah hobi. Jangan dulu berpikir bisnis, tapi cintai dulu burungnya. Kalau hobi dijalani sungguh-sungguh, hasil akan mengikuti,†ujar Aziz saat ditemui di kediamannya, Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, pemahaman terhadap suara burung menjadi syarat mutlak. “Peternak harus tahu ketukan depan, tengah, hingga ujung. Burung yang stabil dan awet prestasinya, itulah yang dicari,†jelasnya.
Selain itu, perawatan yang sabar dan telaten adalah kunci penting. “Kalau perkutut dirawat asal-asalan, hasilnya tidak akan maksimal. Kesabaran itu kunci,†katanya.
Aziz menegaskan bahwa faktor trah juga sangat berpengaruh. Indukan yang lemah umumnya menurunkan kualitas serupa. “Karena itu, pilih jantan dan betina yang sama-sama kuat,†ungkapnya.
Bagi pemula, ia berpesan agar tidak hanya mengandalkan modal, melainkan juga ilmu. “Belajarlah pada orang yang jujur dan berpengalaman. Ilmu lebih penting daripada sekadar modal,†ucapnya.
Berkat prinsip tersebut, Ring Ababil Bird Farm berhasil melahirkan burung perkutut juara, bukan hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional. “Semua ini berkat pertolongan Allah dan kesabaran dalam merawat,†pungkasnya.*** Kunci Sukses Abdul Aziz Ali, Peternak Sampang yang Cetak Burung Perkutut Jawara
R
Redaksi
Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:49 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Di balik kesuksesan Ring Ababil Bird Farm yang dikenal sebagai pencetak burung juara, terdapat prinsip dan rahasia yang selalu dipegang teguh oleh sang pemilik, Abdul Aziz Ali.
“Yang utama adalah hobi. Jangan dulu berpikir bisnis, tapi cintai dulu burungnya. Kalau hobi dijalani sungguh-sungguh, hasil akan mengikuti,†ujar Aziz saat ditemui di kediamannya, Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, pemahaman terhadap suara burung menjadi syarat mutlak. “Peternak harus tahu ketukan depan, tengah, hingga ujung. Burung yang stabil dan awet prestasinya, itulah yang dicari,†jelasnya.
Selain itu, perawatan yang sabar dan telaten adalah kunci penting. “Kalau perkutut dirawat asal-asalan, hasilnya tidak akan maksimal. Kesabaran itu kunci,†katanya.
Aziz menegaskan bahwa faktor trah juga sangat berpengaruh. Indukan yang lemah umumnya menurunkan kualitas serupa. “Karena itu, pilih jantan dan betina yang sama-sama kuat,†ungkapnya.
Bagi pemula, ia berpesan agar tidak hanya mengandalkan modal, melainkan juga ilmu. “Belajarlah pada orang yang jujur dan berpengalaman. Ilmu lebih penting daripada sekadar modal,†ucapnya.
Berkat prinsip tersebut, Ring Ababil Bird Farm berhasil melahirkan burung perkutut juara, bukan hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional. “Semua ini berkat pertolongan Allah dan kesabaran dalam merawat,†pungkasnya.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara