NEWS DIMADURA, SUMENEP - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Soroti Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep
Beberapa tahun belakangan ini banjir dan genangan air sering terjadi disepanjang ruas kota di ilayah Kabupaten Sumenep, hal tersebut dapat menganggu mobilitas dan aktivitas masyarakat yang melintas
Anggota Bidang Eksternal PC PMII Sumenep, Abd. Mannan mengatakan, banjir yang terjadi di Kabupaten Sumenep sering mendapatkan atensi dari berbagai elemen, namun hingga kini tak kunjung menemukan solusi dan terkesan ada pembiaran, Rabu (22/01/2025)
"Banjir di Kabupaten Sumenep bukan kali pertama terjadi, banyak sorotan dari berbagai elemen masyarakat, namun pemerintah terkesan mengabaikan," ucap Mannan
Menurut Mannan, banjir tersebut sangat berdampak buruk bagi masyarakat, khususnya para pengendara roda dua. Selain itu, banjir juga berdampak pada sektor pertanian dan persawahan. Akibatnya, banyak tanaman yang terendam banjir dan mengakibatkan gagal panen
"Dampak banjir tersebut sangat dirasakan oleh pengendara motor roda dua, banyak yang mengalami kerusakan. Bukan cuma itu, banjir juga mengakibatkan hasil pertanian masyarakat gagal akibat terendam Air, " lanjutnya
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep melalui Bidang Eksternal akan berupaya melakukan kawalan secara intensif, untuk memastikan agar masalah banjir di Kabupaten Sumenep dapat teratasi
"Kami dan seluruh Pengurus Cabang akan terus melakukan kawalan, agar pemerintah tidak hanya wacana untuk menangani masalah seperti ini, dan juga agar masalah banjir tidak terjadi lagi di Kota Keris ini," tutupnya*** Kabupaten Sumenep Terdampak Banjir, Aktivis PMII Sebut Pemerintah Lakukan Pembiaran
R
Redaksi
Kamis, 23 Januari 2025 | 00:30 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SUMENEP - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Soroti Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep
Beberapa tahun belakangan ini banjir dan genangan air sering terjadi disepanjang ruas kota di ilayah Kabupaten Sumenep, hal tersebut dapat menganggu mobilitas dan aktivitas masyarakat yang melintas
Anggota Bidang Eksternal PC PMII Sumenep, Abd. Mannan mengatakan, banjir yang terjadi di Kabupaten Sumenep sering mendapatkan atensi dari berbagai elemen, namun hingga kini tak kunjung menemukan solusi dan terkesan ada pembiaran, Rabu (22/01/2025)
"Banjir di Kabupaten Sumenep bukan kali pertama terjadi, banyak sorotan dari berbagai elemen masyarakat, namun pemerintah terkesan mengabaikan," ucap Mannan
Menurut Mannan, banjir tersebut sangat berdampak buruk bagi masyarakat, khususnya para pengendara roda dua. Selain itu, banjir juga berdampak pada sektor pertanian dan persawahan. Akibatnya, banyak tanaman yang terendam banjir dan mengakibatkan gagal panen
"Dampak banjir tersebut sangat dirasakan oleh pengendara motor roda dua, banyak yang mengalami kerusakan. Bukan cuma itu, banjir juga mengakibatkan hasil pertanian masyarakat gagal akibat terendam Air, " lanjutnya
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep melalui Bidang Eksternal akan berupaya melakukan kawalan secara intensif, untuk memastikan agar masalah banjir di Kabupaten Sumenep dapat teratasi
"Kami dan seluruh Pengurus Cabang akan terus melakukan kawalan, agar pemerintah tidak hanya wacana untuk menangani masalah seperti ini, dan juga agar masalah banjir tidak terjadi lagi di Kota Keris ini," tutupnya***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara