NEWS SUMENEP, DIMADURA – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Jawa Timur, Agus Dwi Saputra, yang baru dilantik pada Kamis (26 Februari 2026), siap Genjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tengah Efisiensi Anggaran.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya amanah baru yang diakuinya tidak ringan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Usai pelantikan, Agus memohon dukungan dan doa dari seluruh pihak agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Sebelumnya saya mohon dukungan dan doanya agar bisa mengemban amanah yang berat ini,” ucap Agus.

Menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah adanya transfer anggaran dari pusat yang mengalami efisiensi.

Kondisi tersebut membuat ruang fiskal daerah tidak lagi selonggar lima tahun sebelumnya.

“Amanah ini berat karena anggaran tidak seindah lima tahun lalu. Ada efisiensi dari pusat, sehingga kita harus menyesuaikan langkah,” katanya.

Agus mengungkapkan, Bupati Sumenep menugaskannya untuk berperan sebagai “Dirjen RPJMD” di lingkungan pemerintah daerah.

Artinya, ia harus memastikan perencanaan pembangunan berjalan efektif dan selaras dengan visi dan misi kepala daerah.

Untuk menjawab tantangan fiskal tersebut, ia berencana segera berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mencari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Nanti saya koordinasikan dengan teman-teman OPD bagaimana caranya kita meningkatkan PAD. Kita disuruh melompat oleh bupati, bukan hanya berjalan. Justru itu yang berat, tapi harus kita lakukan bersama,” terangnya.

Selain persoalan anggaran, Agus juga menyoroti kondisi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang masih menghadapi sejumlah kekosongan jabatan.

Ia menjelaskan, penanganan persoalan tersebut menjadi kewenangan leading sector Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Namun, seluruh proses tetap harus mendapatkan persetujuan Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian.

“Yang pasti kita segera mengevaluasi jabatan-jabatan yang masih kosong, mana saja yang perlu segera diisi dan dievaluasi,” katanya.

Agus menegaskan, keberhasilan menjalankan tugas sebagai Sekda tidak bisa dilakukan seorang diri.

Ia menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan seluruh jajaran perangkat daerah.

“Kalau sekda sendiri rasanya tidak mampu. Tapi kalau kita bersama-sama, kompak dan solid, insyaallah kita bisa mendukung visi dan misi bupati,” tambah Agus.***