SUMENAP, DIMADURA–Karya bunga melati yang dibuat Ana Syifaul Millah Arsa, siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep, menjadi salah satu perhatian dalam Pameran dan Bursa Keris Cipta Rupa Simbol Vol. II di kawasan Gedung Tourist Information Center (TIC), tepat di depan Labang Mesem, Sumenep, Jawa Timur.
Di tengah keterlibatan seniman dari berbagai latar belakang, kehadiran Syifaul menunjukkan bahwa ekspresi seni dan pelestarian budaya lokal dapat tumbuh sejak usia sekolah dasar.
Karyanya mengangkat bunga melati sebagai simbol keharuman Sumenep, yang dikenal luas sebagai Kota Keris.
Pameran yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari Kalender Event Sumenep 2026.
Kegiatan ini diinisiasi Parron Cultural Space bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).
Mengusung tajuk Pameran dan Bursa Keris Simbol Vol. II, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan koleksi keris dan pusaka, tetapi juga membuka ruang bagi seniman untuk menuangkan gagasan melalui seni sungging pada media warangka pangkon.
Ketua panitia, Mpu Ika Arista, mengaku bangga atas keterlibatan seniman cilik dalam pameran tersebut.
Menurut dia, karya Syifaul menjadi salah satu daya tarik yang memperlihatkan bahwa kreativitas seni tidak dibatasi usia.
“Yang kami tangkap, ada tiga hal yang menjadi sorotan pengunjung dalam pameran ini, yakni karya anak sekolah dasar, karya penyandang disabilitas, dan karya seniman dari Kanada,” ujar Ika.
Ia menilai, kesempatan bagi anak usia sekolah dasar untuk berkarya sekaligus memamerkan hasil karyanya merupakan pengalaman berharga.

