SUMENEP, DIMADURA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengarahkan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada perluasan manfaat program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sumenep, Madura. Pemprov Jatim memilih memperkuat penyaluran bantuan dan pelayanan publik dibandingkan menggelar pesta rakyat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Khofifah menyampaikan hal itu saat ditemui sejumlah wartawan di SMAN II Sumenep, Rabu (14/10) sore.
Menurut Khofifah, rangkaian kegiatan peringatan tahun ini dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh. Programnya mencakup bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi warga.
“Siapakah yang mendapatkan charity? Mereka adalah disabled. Dan yang kedua adalah lansia kurang mampu di atas 70 tahun,” ujar Khofifah, menjelaskan sasaran bantuan sosial bagi kelompok rentan.
Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp50 miliar untuk program beasiswa afirmasi bagi 50 ribu siswa. Penerimanya merupakan siswa SLB, SMA, dan SMK dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.
Setiap siswa memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta. Program ini ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan.
“50 ribu berarti ada anggaran 50 miliar untuk siswa-siswi Jawa Timur dalam program afirmasi,” kata Khofifah.
Di sektor kesehatan dan sosial, kegiatan yang dijalankan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, layanan kesehatan mulut dan gigi, penanganan anak terindikasi stunting, serta sunatan massal.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan bagi penyandang disabilitas dan warga lanjut usia kurang mampu berusia di atas 70 tahun. Bantuan tersebut menjadi bagian dari program sosial yang menyasar kelompok masyarakat rentan.

