dimadura
Beranda Tomang Sumenep SPPG Lenteng Timur II Bantah Menu Tak Sesuai Standar Usai Disuspend BGN

SPPG Lenteng Timur II Bantah Menu Tak Sesuai Standar Usai Disuspend BGN

Foto: Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lenteng Timur II, (Ar/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1‎NEWS SUMENEP, DIMADURA–Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lenteng Timur II, Sumenep Jawa Timur, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut menu dapur mereka tidak memenuhi standar kualitas setelah dapur tersebut disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

‎Pihak SPPG menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

‎Kepala SPPG Lenteng Timur II, Rizal, mengatakan pemberitaan yang menyebut kualitas menu tidak sesuai standar muncul setelah dapurnya menjadi salah satu dari empat dapur di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang disuspend oleh BGN.

‎Menurut Rizal, kronologi peristiwa bermula saat pihaknya mengisi formulir evaluasi yang disediakan oleh BGN.

‎Dalam proses itu, tim dapur menemukan sejumlah buah belimbing dari pemasok yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas.

‎“Temuan itu kemudian kami laporkan melalui formulir evaluasi tersebut. Kami tidak menyangka laporan evaluasi yang kami sampaikan justru berujung pada penutupan sementara dapur hingga muncul pemberitaan yang berkembang luas di media,” terang Rizal dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

‎Ia menjelaskan, sebelum buah tersebut disajikan kepada penerima manfaat, pihak dapur telah lebih dahulu mengembalikannya kepada pemasok untuk ditukar dengan buah yang lebih segar.

‎Dengan demikian, kata dia, menu yang akhirnya didistribusikan kepada para penerima manfaat tetap menggunakan bahan yang layak konsumsi serta telah melalui proses pengecekan dan pengendalian mutu oleh tim dapur.

‎“Menu yang dibagikan kepada penerima manfaat merupakan bahan-bahan yang baik, layak konsumsi, dan telah melalui proses quality control oleh tim dapur,” ucapnya.

‎Meski demikian, Rizal menyatakan pihaknya tetap melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi manajemen internal maupun kerja sama dengan pihak eksternal, agar pelaksanaan program tetap sesuai dengan prosedur operasional standar yang ditetapkan BGN.

‎Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkait apabila situasi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.

‎“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh lembaga terkait, relawan, supplier, khususnya kepada para penerima manfaat apabila situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan,” tambah dia.

‎SPPG Lenteng Timur II saat ini melayani sekitar 2.103 penerima manfaat.

‎Rizal menegaskan, selama ini tim dapur bersama mitra, staf, dan relawan berupaya menjalankan standar operasional secara konsisten untuk menyediakan menu terbaik bagi para siswa penerima program.

‎Ia bahkan menyebut dalam beberapa kesempatan mitra program turut menggunakan dana pribadi untuk menjaga kualitas menu yang disajikan kepada para siswa di Lenteng Timur.

‎Menurut Rizal, kondisi tersebut juga terjadi di tengah berbagai tantangan di lapangan, termasuk kenaikan harga bahan pangan yang tidak diikuti penyesuaian anggaran dalam program makan bergizi.

‎“Harapan kami, klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan menjadi bahan evaluasi bersama untuk perbaikan ke depan,” tutup Rizal.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan