Hanggara juga menekankan pentingnya keterwakilan Madura dalam kepengurusan PWI Jatim. Menurut dia, keberadaan pengurus dari Madura dapat membantu mengakomodasi kebutuhan organisasi di empat kabupaten.
“Artinya, agar PWI di Madura Raya di empat kabupaten tidak dipandang sebelah mata. Segala kebutuhan dapat difasilitasi untuk memajukan nama PWI di semua daerah Jawa Timur,” katanya.
Terkait HPN 2027, Hanggara mengusulkan agar kegiatan bersama tingkat Madura Raya digelar setelah rangkaian peringatan HPN di masing-masing kabupaten selesai. Dengan begitu, agenda lokal tetap berjalan sebelum dilanjutkan dengan kegiatan bersama di tingkat regional.
Sementara itu, Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menyoroti persoalan administrasi keanggotaan, khususnya penerbitan dan perpanjangan KTA yang dinilai membutuhkan waktu terlalu lama.
“Karena sangat aneh ketika misalnya otoritasnya di PWI Jatim dalam menerbitkan kartu ternyata butuh juga bertahun-tahun nggak betul-betul klir,” ujarnya.
Warid juga mengusulkan agar pengurus PWI Madura Raya menggelar pertemuan rutin setiap tiga bulan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan memastikan aspirasi bersama tetap terakomodasi.
Konsolidasi ini menjadi upaya pengurus PWI di empat kabupaten di Madura untuk menyatukan langkah menjelang Konferensi PWI Jatim, sekaligus mendorong pembenahan administrasi dan memperkuat posisi organisasi di tingkat provinsi. ***

