‎NEWS SUMENEP, DIMADURA–Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi mengenai tiga jemaah haji asal Kabupaten Sumenep yang disebut tidak mendapatkan tempat menginap saat berada di Madinah, Arab Saudi. 

PPIH memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah memperoleh fasilitas akomodasi sesuai sistem pelayanan yang berlaku.

PPIH Penghubung Maktab, Abd. Majid Mistarah, menegaskan bahwa kabar yang menyebut ketiga jemaah tersebut terlantar tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 

‎Ia menjelaskan, persoalan yang terjadi berkaitan dengan penempatan jemaah yang tidak berada di hotel sesuai data resmi yang telah ditetapkan dalam sistem pelayanan PPIH.

‎Menurut Abd. Majid, seluruh jemaah yang tiba di Madinah telah mendapatkan hotel dan layanan yang telah disiapkan oleh penyelenggara haji.

‎“Seluruh jemaah haji yang tiba di Madinah mendapatkan akomodasi dan pelayanan yang sama sesuai skema yang telah disiapkan. Terkait tiga jemaah dari Kloter 77 Embarkasi Surabaya, kondisi yang terjadi bukan karena tidak memperoleh tempat menginap, melainkan karena mereka tidak menempati hotel yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

‎Abd. Majid, menilai sistem penempatan hotel menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena terintegrasi dengan berbagai layanan lain, mulai dari konsumsi, kesehatan, transportasi hingga pengawasan jemaah selama berada di Tanah Suci.

‎Karena itu, setiap jemaah diimbau untuk tetap berada di akomodasi yang telah ditentukan agar pelayanan dapat berjalan optimal dan petugas lebih mudah melakukan pendampingan apabila terjadi kondisi darurat.

‎“Penempatan hotel sudah terhubung dengan data kloter dan menjadi dasar pemberian layanan kepada jemaah. Jika jemaah berpindah atau tinggal di luar lokasi yang telah ditetapkan, hal itu dapat menimbulkan kendala dalam proses pelayanan maupun pengawasan,” kata Abd. Majid. 

‎Ia menambahkan, keberadaan jemaah di luar hotel resmi berpotensi menyulitkan petugas ketika melakukan pencarian jika terjadi kehilangan kontak, keterlambatan rombongan, maupun saat penyaluran layanan kesehatan dan konsumsi yang telah disusun berdasarkan data penempatan.

‎Terkait tiga jemaah asal Sumenep tersebut, Abd. Majid memastikan bahwa kamar hotel sebenarnya telah disediakan oleh petugas haji sejak awal kedatangan mereka di Madinah.

‎Menurut dia, akomodasi yang telah dipersiapkan berada di Hotel Jiwar Al-Madina sesuai dengan data penempatan yang tercatat dalam sistem.

‎“Kamar untuk ketiga jemaah tersebut sudah tersedia dan disiapkan oleh petugas di Hotel Jiwar Al-Madina. Jadi bukan karena tidak ada kamar atau tidak mendapatkan tempat menginap,” tegasnya.

‎Selain persoalan akomodasi, PPIH juga menanggapi informasi yang beredar mengenai pelayanan kesehatan terhadap salah satu jemaah. 

‎Abd. Majid meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum memperoleh informasi yang lengkap dan terverifikasi.

‎Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara tenaga kesehatan yang bertugas dalam struktur resmi PPIH dengan petugas kesehatan yang berada pada tingkat kloter. Oleh karena itu, informasi terkait pelayanan medis perlu ditelusuri berdasarkan jalur layanan yang digunakan oleh jemaah.

‎Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia tetap berjalan sesuai prosedur dan tersedia selama pelaksanaan ibadah haji.

‎Dengan adanya klarifikasi tersebut, PPIH menegaskan bahwa tidak ada jemaah haji Indonesia yang ditelantarkan selama berada di Madinah. 

‎Seluruh fasilitas pendukung, termasuk akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, dan operasional lainnya, telah disiapkan berdasarkan sistem pelayanan yang terintegrasi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

‎"Kami mengimbau masyarakat dan keluarga jemaah agar mengutamakan informasi resmi dari petugas haji dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya," pungkasnya.  ***