NEWS SUMENEP, DIMADURA–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat jumlah penerima bantuan bibit tembakau di Sumenep pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

‎Jika pada tahun sebelumnya bantuan tersebut hanya diberikan kepada 15 kelompok tani, pada tahun ini jumlah penerimanya bertambah menjadi 20 kelompok tani.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan peningkatan jumlah kelompok penerima bantuan itu merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tembakau yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

‎"Pada tahun 2026 terdapat peningkatan jumlah penerima bantuan bibit tembakau. Jika sebelumnya sebanyak 15 kelompok, tahun ini menjadi 20 kelompok penerima," kata Chainur pria yang akrab di sapa Inung, Rabu (18/6/2026).

‎Ia menjelaskan, program bantuan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran mencapai Rp 2,1 miliar.

‎Menurut Inung, bibit yang disalurkan merupakan bibit unggul dengan kualitas terbaik. 

‎Bibit tersebut berasal dari varietas khas Sumenep, yakni Prancak 95 atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai M95.

‎"Varietas khas Sumenep yang sudah dikenal masyarakat salah satunya adalah Prancak 95 atau M95. Kami berharap bibit yang diberikan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman tembakau yang berkualitas," sampainya.

‎Inung berharap bantuan benih itu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menambah pendapatan masyarakat.

‎Selain itu, ia berharap kondisi iklim dan cuaca pada musim tanam tahun ini mendukung pertumbuhan tanaman tembakau sehingga hasil panen yang diperoleh petani dapat maksimal.

‎"Kami berharap cuaca dan iklim tahun ini mendukung sehingga hasil tembakau yang dihasilkan para petani bisa sangat memuaskan," harap Inung. ***