"Kami memahami adanya pengamanan terhadap tamu VVIP. Namun, setidaknya media tetap diberi ruang untuk mendokumentasikan prosesi dari area yang telah ditentukan. Ini bukan kegiatan penanganan kasus atau operasi kepolisian, melainkan peresmian institusi publik yang informasinya menjadi hak masyarakat," kata Fawas.
Senada dengan itu, wartawan Kompas, Nur Khalis, menilai panitia seharusnya tetap memfasilitasi awak media, meski dengan pembatasan area peliputan.
"Nggak apa-apa misal dibatasi area tertentu, asal kita bisa mengambil detik-detik prosesi peresmian. Masyarakat kan juga ingin tahu seperti apa Polda Jatim meresmikan status baru untuk kepolisian kita," ungkapnya. ***

