SUMENAP, DIMADURA–Video protes keluarga pasien yang meninggal dunia di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendadak lenyap dan memunculkan dugaan intimidasi. 

Peristiwa ini menambah sorotan terhadap kematian Moh. Firman Ramadhani (22), warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, yang meninggal pada Selasa (13/10/2026).

Keluarga pasien sebelumnya mempersoalkan penanganan medis yang diterima Firman sebelum meninggal dunia. 

Di sisi lain, manajemen RS BHC Sumenep menyatakan masih melakukan investigasi internal terkait peristiwa tersebut.

Sorotan terhadap kasus ini meluas setelah video yang memperlihatkan perdebatan antara keluarga pasien dan seorang perawat beredar di media sosial. 

Persoalan kemudian berkembang setelah pemilik akun TikTok @patah.tapi.kuat, yang mengunggah rekaman tersebut, mengaku mendapat permintaan untuk menghapus video agar persoalan dibicarakan secara baik-baik.

Meski demikian, belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa permintaan penghapusan video tersebut merupakan bentuk intimidasi atau berasal langsung dari manajemen rumah sakit.

Firman meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, setelah menjalani perawatan sejak Minggu malam (11/10/2026). 

Menurut keluarga, sehari sebelum meninggal, dokter yang menangani Firman menyampaikan bahwa kondisinya membaik dan pasien diperkirakan dapat pulang keesokan harinya.

Anggota keluarga berinisial Y menuturkan, Firman masih berkomunikasi dengan keluarga pada Selasa pagi.