Bahkan, sebelum ayahnya meninggalkan rumah sakit untuk menghadiri undangan, Firman sempat berpamitan.
“Iya, hati-hati, Pak,” demikian ucapan Firman sebagaimana dituturkan Y kepada redaksi.
Namun, menurut keterangan keluarga, kondisi Firman berubah setelah seorang perawat memberikan obat melalui suntikan sekitar pukul 05.00 WIB.
Pasien kemudian mengalami muntah-muntah, sementara infus yang terpasang disebut mengalami kemacetan.
Y mengaku perawat mematikan infus dan meninggalkan pasien ketika muntah-muntah masih berlangsung. Keterangan tersebut menjadi salah satu hal yang dipersoalkan keluarga.
Anggota keluarga lainnya, berinisial U, menyebut Firman kemudian mengeluarkan busa dari mulut dan mengalami kejang sebelum meninggal dunia.
Keluarga mempertanyakan tindakan petugas ketika kondisi pasien memburuk, termasuk alasan infus dimatikan dan respons tenaga medis saat pasien mengalami gejala serius.
Namun, rangkaian kejadian berdasarkan penuturan keluarga tersebut belum dapat memastikan penyebab kematian Firman.
Hubungan antara pemberian obat, kondisi infus, dan kematian pasien memerlukan pemeriksaan medis serta penelusuran rekam pelayanan secara menyeluruh.
Rekaman perawat memunculkan pertanyaan

