“Terus salah seorang keluarga kami tanya ‘Apakah dari pihak BHC siap untuk mengaku salah dalam kejadian ini?’ dan mereka tidak bisa menjawab. Mereka hanya bilang ‘Ini setelah investigasi internal akan memberikan penjelasan resmi kepada keluarga’,” jelasnya.
Menurut Y, pihak rumah sakit menyatakan persoalan tersebut akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dalam kunjungan itu, RS BHC diwakili Manajer Humas dan Marketing Sandra Rahestri bersama seorang rekannya.
Dinkes Sumenep Belum Berkomentar Banyak
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, mengaku masih perlu memastikan informasi tersebut kepada jajaran dinas.
“Kami masih mau memastikan dulu ke teman-teman di dinas. Mohon maaf belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.
Ellya mengatakan pengawasan dan evaluasi dilakukan terhadap seluruh rumah sakit dan puskesmas di Sumenep.
“Kalau kami tidak hanya fokus kepada satu rumah sakit, melainkan ke semua rumah sakit dan Puskesmas, pasti melakukan monitoring dan evaluasi,” katanya.
Adapun upaya konfirmasi kepada Sandra melalui WhatsApp pada Jumat (16/10/2026), pukul 09.28, 09.29, 12.57, dan 13.42 WIB, belum mendapat tanggapan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan dengan mendatangi RS BHC sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, petugas keamanan tidak mengizinkan awak media menemui Sandra dengan alasan belum ada janji pertemuan.
Hingga berita ini ditulis, keluarga belum menerima penjelasan resmi mengenai penyebab kematian Deni. Hasil investigasi internal RS BHC juga belum disampaikan kepada keluarga. ***

