Dukungan itu diharapkan memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai mitra pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan warga sekaligus mendorong penanganan yang lebih terarah.
Peletakan batu pertama turut dihadiri perwakilan Baznas Kabupaten Sumenep, Hakiki; Sekretaris Kecamatan Pasongsongan Akbarul Wahyudi; Gus Hayat; Sudarsono dari divisi yang membidangi sosial budaya, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat; serta jajaran Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Hal yang sama juga disampaikan Hakiki, dirinya mengapresiasi kolaborasi antara Baznas dan GP Ansor Pasongsongan.
Menurut dia, kerja sama tersebut berpeluang dikembangkan tidak hanya untuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni, tetapi juga kegiatan sosial lainnya.
Baznas, kata Hakiki, terbuka untuk bersinergi dalam program kemasyarakatan, termasuk santunan bagi anak yatim.
Menurutnya, kolaborasi itu menempatkan peringatan Hari Santri Nasional tidak semata sebagai agenda seremonial.
"Dalam aksi sosial ini, nilai kepedulian, gotong royong, dan pengabdian diwujudkan untuk membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak," tutupnya. ***

