BACA JUGA: Cerpen Bahasa Madura
Menurut dia, menghelat pawai obor dan bersuka cita merayakan Tahun Baru Islam adalah bentuk takzim terhadap sejarah serta budaya Islam. Kegiatan tersebut juga untuk memperkenalkan sejarah Islam kepada para siswa. "Kegiatan ini juga sebagai bentuk rasa syukur kami sebagai umat Islam yang mana tahun hijriah kini sudah berusia 1445 tahun. Selain itu juga mengajak para santri, siswa-siswi madrasah Dliyaut Thalibin ini, untuk mengenal lebih dalam sejarah Islam," imbuhnya. [caption id="attachment_2822" align="aligncenter" width="1152"]
GUYUP DAN KOMPAK: Ratusan santriwan dan santriwati Madrasah Dliyaut Thalibin Ambunten ini berbaris rapi sambil memegang obor (Hayat Prayitno/Arsip Dimaduraid)[/caption]
Kegiatan pawai obor ini juga diisi dengan tausiyah tentang makna tahun baru Islam oleh salah satu dewan pengasuh Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin, KH. Ridwan, yang terpusat di halaman madrasah.
Dalam tausiyahnya, pada momentum pergantian tahun baru Islam ini, KH Ridwan mengajak seluruh siswa untuk lebih giat belajar dan meningkatkan prestasi.
"Pada momentum tahun baru Islam ini saya berharap kepada seluruh siswa untuk lebih baik lagi kedepan baik dari sikap, perilaku dan akhlak. Minat belajar harus ditingkatkan dan berprestasi," ucapnya.
BACA JUGA:
***
