Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa progran Tabungan Qurban BPRS Bhakti Sumekar ini merupakan tabungan berencana yang dapat memudahkan masyarakat untuk dapat melaksanakan ibadah kurban setiap tahun.
"Menabung itu tidak harus dari banyak, yang penting istiqamah, insya Allah niat kita akan mantap dan terwujud sempurna. Siapapun dia, asalkan ada niat, maka pasti juga bisa menunaikan ibadah kurban di hari raya Idul Adha," jelas Dirut Hairil.
Namun demikian, sambung dia, tabungan kurban ini tidak dapat dicairkan untuk kebutuhan lain selain untuk ibadah kurban.
“Sesuai ketentuan, penarikan Tabungan Qurban bisa dilakukan satu bulan sebelum lebaran Idul Adha, karena tujuannya untuk dibelikan hewan kurban. Mau kurban sapi atau kambing," ajak Hairil Fajar.
Sebelum mengakhiri keterangan, Dirut Hairil mengungkapkan tentang strategi mengapa BPRS Bhakti Sumekar yang ia pimpin itu berhasil mengumpulkan dana kurban hingga mencapai miliaran rupiah.
"Strategi kami adalah bekerjasama dengan takmir masjid dan perkumpulan masyarakat di desa-desa sehingga masyarakat dapat menabung secara kolektif," ungkapnya.
Jumlah nasabah Tabungan Qurban BPRS Bhakti Sumekar dari tahun ke tahun menurutnya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu karena seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menyisihkan harta demi dapat menunaikan ibadah kurban.
"Tabungan kurban terus meningkat, karena kesadaran masyarakat untuk mengorbankan sebagian hartanya seperti suri tauladan kita Nabi Ibrahim, itu juga meningkat," jelas Hairil Fajar menutup keterangan.***