dimadura.id
Breaking News
Babak Baru Perseteruan PB PGRI: Putusan PT TUN versus Surat Tersangka Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN, Benarkah? Pemkab Sumenep Terapkan Strategi Baru Percepatan Pelunasan PBB Perdesaan dan Perkotaan Dorong Modernisasi Pertanian, DKPP Sumenep Salurkan Alsintan Hand Tracktor Haji Her Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Pamekasan

Tekan ENTER untuk mencari

Mas Kiai Ali Fikri Terima Surat Tugas dari DPP PPP, Mampukah Jadi Penantang Fauzi-Imam?

R
Redaksi Sabtu, 10 Agustus 2024 | 21:53 WIB
Mas Kiai Ali Fikri Terima Surat Tugas dari DPP PPP, Mampukah Jadi Penantang Fauzi-Imam?

Foto: Dokumentasi dimadura.id

Logo dimadura.idNEWS SUMENEP — KH Muhammad Ali Fikri, yang juga dikenal sebagai Mas Kiai, baru saja menerima surat tugas (surtug) dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pengangkatan ini dilakukan di Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur, Sabtu tanggal 10 Agustus 2024.

"Iya, saya sudah mengantongi surtug dari partai," katanya, sebagaimana keterangan yang diterima media ini, Sabtu (10/8).

Kabar ini memastikan bahwa Ketua DPC PPP Sumenep itu kini resmi menjadi satu-satunya penantang pasangan Fauzi-Imam di Pilkada Sumenep 2024.

Mas Kiai Ali Fikri, kiai muda dari Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk itu kini berada dalam posisi strategis untuk merumuskan koalisi politik menjelang Pilkada.

Dengan perolehan kursi PPP yang hanya mencapai enam dari total kursi di legislatif, Mas Kiai harus melakukan diplomasi politik intensif untuk menjalin aliansi dengan partai-partai lain yang belum menentukan sikap.

"Insyaallah, saya sanggup menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan DPP kepada saya," ucap Mas Kiai dengan nada optimis.


BACA JUGA:


Tantangan besar tengah menanti Mas Kiai dalam upayanya. Partai Demokrat telah memutuskan dukungan kepada pasangan Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim, menutup satu jalur koalisi potensial.

Saat ini, partai-partai yang belum memberikan dukungannya kepada pasangan Fauzi-Imam adalah Hanura, Gerindra, dan Nasdem.

Dengan syarat dukungan minimal sepuluh kursi dari partai untuk mencalonkan sebagai bupati, Mas Kiai harus bekerja keras untuk meraih dukungan dari partai-partai tersebut yang memiliki kursi strategis.

Upayanya dalam membentuk koalisi akan menjadi faktor penentu apakah Mas Kiai dapat menantang calon incumbent Fauzi-Imam secara efektif dalam kontestasi Pilkada mendatang.

Editor: Admin
1 2 Selanjutnya
Iklan
Iklan