Lebih jauh, Mas Kiai menjelaskan pendekatan yang digunakan oleh pasangan FINAL (Fikri dan Unais Ali Hisyam) dalam kampanye mereka. FINAL menurutnya lebih mengutamakan dialog publik dan menawarkan gagasan, daripada menggunakan cara-cara instan seperti politik uang. Transparansi dan kejujuran, menurut Mas Kiai, menjadi kunci utama dalam meraih kepercayaan masyarakat.
“Kami memilih untuk fokus pada program dan ide-ide yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep,†jelasnya.
Ia berharap bahwa dengan pendekatan tersebut, masyarakat bisa melihat komitmen mereka dalam memajukan daerah tanpa perlu mengandalkan uang untuk mempengaruhi suara.
Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan insan pers ini, Mas Kiai juga membahas isu netralitas aparatur negara dalam penyelenggaraan pemilu.
Menurutnya, netralitas aparatur negara merupakan salah satu ujian terberat bagi setiap pemimpin di instansi masing-masing. Ia menilai, komitmen untuk menjaga netralitas sangat penting demi mewujudkan pemilu yang demokratis dan adil. “Kita semua harus berkomitmen untuk menciptakan pemilu yang bersih, berkeadilan, serta bermartabat,†ungkap Mas Kiai tegas.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk aparat pemerintahan, untuk menjaga kelancaran proses pemilu tanpa adanya intervensi yang tidak sesuai aturan.
Mas Kiai yang juga merupakan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep menegaskan, menjaga integritas pemilu tidak hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Dialog interaktif yang diadakan PWI Sumenep ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyikapi berbagai bentuk manipulasi politik, termasuk politik uang. Mas Kiai berharap, masyarakat bisa mengambil keputusan yang benar dalam Pilkada mendatang, dan memilih pemimpin berdasarkan visi dan program kerja yang ditawarkan, bukan karena uang yang diterima.***