"Panjang amat analoginya," kata Krisna Maharta merespons untaian kata mutiara hikmah kekasih dambaan hatinya. "Jangan lupa, Sayang, katanya suami istri itu saling mengingatkan. Kalau begitu, saya mau mengingatkan. Sekarang sudah jam 2 malam. Sebentar lagi subuh, lho." "Masak? Ayo..."

"Jangan lupa sholat dua rakaat dulu."

Setelah itu, angin pun berdesir dengan kencangnya. Rumput-rumput liar ikut menari mengikuti iramanya.

Reranting patah karena getarannya.


Banuaju, 6 Desember 2024


NB: Tulisan di atas sepenuhnya termasuk karya fiksi naratif berbentuk dialog imajiner, yang mengangkat tema hubungan rumah tangga dan makna pernikahan.***