Adapun menu yang dibagikan kepada para siswa berupa nasi, sate ayam, tempe goreng, acar timun dan wortel, serta buah semangka.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel makanan.
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr Wiwid Mayasari, mengatakan sampel makanan akan dikirim ke laboratorium di Surabaya guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
“Sampelnya sudah diambil dan akan dikirim ke Surabaya untuk diperiksa,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, hingga berita ini terbit, belum memberikan keterangan resmi insiden tersebut.