‎NEWS PAMEKASAN, DIMADURA–Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, H. Khairul Umam, menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 5.0

‎Menurut dia, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nalar kritis dan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

‎Hal itu disampaikan Khairul Umam saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Rabu (17/6/2026).

‎Seminar tesrebut  berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta.

‎Di hadapan ratusan mahasiswa, legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan bahwa Revolusi Industri 5.0 tidak hanya menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi canggih, tetapi juga pada kemampuan manusia dalam mengendalikan dan memanfaatkannya secara bijaksana.

‎“Revolusi Industri 5.0 menuntut kita untuk tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman. Kita harus menyikapinya dengan merawat nalar kritis, salah satunya melalui pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” jelas Khairul Umam.

‎Menurut dia, kehadiran AI di dunia pendidikan membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. 

‎Dalam bidang eksakta, seperti matematika, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis data, mempermudah visualisasi konsep-konsep yang kompleks, serta mendukung pembelajaran yang lebih personal sesuai kebutuhan peserta didik.

‎Meski demikian, Khairul menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak dapat menggantikan peran manusia dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan.

‎“AI bisa memberikan data dan jawaban dalam hitungan detik, tetapi nalar kritislah yang menentukan apakah jawaban tersebut valid, etis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Di sinilah peran penting mahasiswa Tadris Matematika UIN Madura sebagai calon pendidik masa depan,” katanya.

‎Ia menambahkan, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi. 

‎Nalar kritis dibutuhkan untuk menyaring informasi, memecahkan persoalan yang kompleks, serta memastikan pemanfaatan teknologi tetap berada dalam koridor etika dan kepentingan publik.

‎Dalam kesempatan tersebut, Khairul juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi di Kabupaten Pamekasan. 

‎Menurut dia, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

‎"Kami berharap perguruan tinggi di Madura, khususnya UIN Madura, dapat menjadi pusat lahirnya inovasi dan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman,"pungkasnya. ***