REGIONAL, DIMADURA** – Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) Surabaya, menganugerahi penghargaan kepada 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Apresiasi yang telah menjadi tradisi tahunan selama tujuh tahun ini disebut sebagai bentuk pengakuan terhadap generasi muda yang menjadi wajah Nahdlatul Ulama (NU) di abad kedua.
Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan agenda rutin organisasi untuk memperingati Hari Santri Nasional. Tahun ini, FJN menetapkan 22 pemuda dari kalangan Nahdliyin yang dinilai inspiratif melalui proses penjaringan dan seleksi.
"Semuanya dari kalangan NU dan masuk kategori Pemuda. Mereka ini adalah wajah NU di Abad ke-2," kata Diday, sapaan akrab Muhamad Didi Rosadi, dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Menurut Diday, para penerima FJN Award 2026 memiliki latar belakang beragam. Sebagian besar di antaranya merupakan santri atau berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Mereka berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pengasuh pondok pesantren, politisi, penyelenggara pemilu, akademisi hingga pengusaha.
Diday menegaskan, proses penentuan penerima penghargaan dilakukan dengan menjunjung prinsip independensi dan imparsialitas. Tahapan tersebut mencakup penjaringan, penyaringan hingga penetapan nama penerima.
"Mulai penjaringan, penyaringan hingga penetapan, kami mempertahankan prinsip independen dan imparsial. Banyak diantara penerima penghargaan tidak kami kenal secara personal. Kalau pun ada yang kenal, kerahasiaan dijaga hingga hari H pengumuman," ujarnya.
### KH Abdul Chalim Terima Penghargaan Sepanjang Masa
Selain memberikan apresiasi kepada 22 tokoh muda, FJN juga menganugerahkan *Live Achievement Award* atau penghargaan sepanjang masa kepada KH Abdul Chalim, salah satu pendiri NU yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.
KH Abdul Chalim merupakan ayah dari KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Surabaya dan Pacet, Mojokerto. Semasa awal berdirinya NU, KH Abdul Chalim dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam menopang perkembangan organisasi tersebut.

