NEWS SUMENEP, DIMADURA–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STITA Aqidah Usymuni menggelar talk show pendidikan bertema “Mengkaji Kurikulum Terbaru Menuju Pendidikan Berkualitas”.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Auditorium STITA Aqidah Usymuni, Minggu (7/6/2026).
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Buhari, dan Ali Wafa, Talk show diikuti mahasiswa, dosen, serta peserta dari berbagai program studi yang ingin memperdalam pemahaman mengenai arah kebijakan dan implementasi kurikulum terbaru dalam dunia pendidikan.
Wakil Ketua III STITA Aqidah Usymuni, Edy, mengatakan pemahaman terhadap kurikulum menjadi hal penting bagi mahasiswa, terutama mereka yang dipersiapkan menjadi tenaga pendidik di masa depan.
Menurut dia, dinamika kebijakan pendidikan yang terus berkembang menuntut calon guru untuk selalu memperbarui wawasan dan pengetahuannya agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan yang terus berubah.
“Belajar dan memahami kurikulum merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa STITA. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan memahami perkembangan kebijakan pendidikan yang terus mengalami perubahan,” kata Edy dalam sambutannya. Minggu (7/6/2026).
Sementara itu, Presiden Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni, Ainur Rahman, mengajak peserta memanfaatkan forum ilmiah tersebut sebagai ruang bertukar gagasan dan memperkaya perspektif mengenai pendidikan.
Ia menilai talk show tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh informasi dari narasumber, tetapi juga wadah untuk membangun diskusi yang kritis dan konstruktif terkait berbagai isu pendidikan.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebaik mungkin. Dengarkan dengan saksama, ajukan pertanyaan yang kritis, bangun diskusi yang konstruktif, dan jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperluas wawasan serta memperkuat komitmen kita dalam memajukan dunia pendidikan,” jelas Ainur.
Menurut dia, pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan arah pembangunan bangsa.
Karena itu, Ainur menilai, setiap perubahan kebijakan, termasuk kurikulum, perlu dipahami secara menyeluruh agar dapat diimplementasikan secara efektif di lingkungan pendidikan.
“Pendidikan adalah jantung peradaban. Ketika pendidikan bergerak maju, bangsa akan melangkah maju. Sebaliknya, ketika pendidikan tertinggal, maka masa depan bangsa pun akan dipertaruhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan kurikulum tidak cukup dipahami sebatas pada aspek teknis atau pergantian materi pembelajaran. Lebih dari itu, perlu dipahami latar belakang dan tujuan yang melandasi perubahan tersebut.
“Melalui talk show ini, saya berharap kita mampu melihat kurikulum terbaru secara objektif dan mendalam. Jangan hanya bertanya apa yang berubah, tetapi juga mengapa perubahan itu dilakukan,” sampainya.
Dalam sesi diskusi, para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi kurikulum terbaru dan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
Salah satu peserta, Dewi, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai perkembangan kebijakan pendidikan nasional.
Menurut dia, kegiatan semacam itu memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman langsung dari akademisi dan praktisi pendidikan mengenai berbagai isu yang berkembang di sektor pendidikan.
“Kegiatan ini sangat menambah pengetahuan kami tentang kurikulum terbaru. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan membuka perspektif baru tentang tantangan pendidikan ke depan,” ucap Dewi.
Melalui kegiatan tersebut, Wakil Ketua III STITA Aqidah Usymuni, berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perubahan dan dinamika dunia pendidikan.
"Kami harapkan dapat mendorong lahirnya calon pendidik yang adaptif, inovatif, dan profesional dalam menjawab kebutuhan pendidikan di era yang terus berkembang," pungkasnya. ***
BEM STITA Aqidah Usymuni Gelar Talk Show Bahas Kurikulum Terbaru dan Ini
Foto: Acara talk show pendidikan bertema “Mengkaji Kurikulum Terbaru Menuju Pendidikan Berkualitas”. (Doc. Dimadura).
