SUMENEP, DIMADURA – Koleksi literasi di Perpustakaan Universitas PGRI Sumenep (UPI) kembali bertambah. Kali ini, sebanyak lima majalah hasil karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) diserahkan secara resmi kepada perpustakaan kampus sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkaya khazanah pengetahuan dan dokumentasi intelektual di lingkungan kampus Taneyan Lanjhang.
Penyerahan lima majalah tersebut merupakan bagian dari luaran mata kuliah Pembinaan Majalah Sekolah yang diampu oleh dosen PBSI, Mohamad Suhaidi. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori jurnalistik dan penerbitan, tetapi juga dituntut menghasilkan produk majalah secara utuh.
"Penyerahan karya majalah ini merupakan bagian dari produk luaran mata kuliah Pembinaan Majalah Sekolah. Mata kuliah ini menekankan pada praktik membuat karya jurnalistik dalam bentuk majalah siswa," ungkap Mohamad Suhaidi.
"Intinya, mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik dan penerbitan, tetapi juga mampu menghasilkan produk majalah secara utuh, mulai dari perencanaan, penulisan, penyuntingan, desain, hingga proses publikasi," imbuhnya.
Menurut Suhaidi, karya-karya tersebut perlu disimpan di perpustakaan agar tetap terjaga, terdokumentasi dengan baik, serta dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika pada masa mendatang.
"Yang terpenting adalah karya-karya ini akan menjadi dokumen yang bisa dibaca oleh semua orang dan keberadaannya akan terdokumentasi dengan baik," lanjut dia.
Lima majalah yang disusun secara berkelompok itu diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan UPI Sumenep, Dr. Zainuddin, M.Pd.
Penyerahan tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara proses pembelajaran di ruang kelas dengan penguatan budaya literasi yang terus dikembangkan di lingkungan Universitas PGRI Sumenep.
Zainuddin mengapresiasi kreativitas dan produktivitas mahasiswa PBSI dalam menghasilkan karya majalah yang dinilainya unik dan bernilai edukatif.
Menurutnya, keberadaan majalah mahasiswa di perpustakaan tidak hanya menambah koleksi bacaan, tetapi juga menjadi dokumentasi intelektual yang dapat menginspirasi mahasiswa lainnya.
"Karya mahasiswa sangat kami apresiasi dan menjadi bagian sumber pengetahuan yang juga bisa diakses oleh mahasiswa yang lain. Bersama dosen produktif Pak Suhaidi, pasti mahasiswa juga produktif. Terima kasih atas kontribusinya di Perpustakaan UPI Sumenep," ujarnya.
Ia menambahkan, majalah karya mahasiswa tersebut juga dapat menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran sekaligus referensi bagi mahasiswa lain yang ingin mengembangkan media sekolah dan karya jurnalistik serupa.
"Dengan begitu, kampus tidak hanya akan melahirkan lulusan yang memahami teori jurnalistik, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menghasilkan karya literasi yang berkualitas," tegas pria asal Ambunten itu.***
