SUMENEP, DIMADURA–Ratusan sekolah di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) karena belum memiliki kepala sekolah definitif.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, terdapat 287 sekolah yang masih dipimpin Plt.

Jumlah tersebut terdiri atas 280 Sekolah Dasar (SD) dan tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memastikan proses pengangkatan kepala sekolah definitif saat ini tengah berjalan dan tinggal menunggu tahapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk kepala sekolah definitif saat ini masih dalam proses. Berkasnya sudah ada di meja saya dan sedang diproses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera ditetapkan," kata Fauzi, seusai acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep.. Rabu (15/7/26)

Ia menjelaskan, pengangkatan kepala sekolah dilakukan secara bertahap karena harus mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.

Setiap usulan pejabat yang akan dimutasi maupun diangkat wajib diajukan terlebih dahulu kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Ini dilakukan secara parsial, satu per satu. Mekanismenya, setiap pejabat yang akan dimutasi ataupun mendapatkan penugasan harus diajukan ke BKN. Setelah itu, BKN akan mengirimkan surat rekomendasi kepada pemerintah daerah. Jika rekomendasinya sudah turun, barulah pelantikan bisa dilaksanakan," jelasnya.

Fauzi menargetkan proses pelantikan kepala sekolah definitif dapat direalisasikan dalam bulan ini.

"Target kami, mudah-mudahan bulan ini bisa terlaksana," ucap dia.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan mengatakan pihaknya menargetkan seluruh kekosongan jabatan kepala sekolah dapat terisi paling lambat pada September 2026.

Menurut Iksan, selama proses pengangkatan kepala sekolah definitif berlangsung, aktivitas dan tata kelola sekolah tetap berjalan normal melalui penunjukan pelaksana tugas.

Ia menegaskan, guru yang ditunjuk sebagai Plt tidak semata-mata dipilih berdasarkan senioritas, melainkan mempertimbangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

"Plt yang kami tunjuk tidak selalu guru senior. Guru yang memiliki kemampuan manajemen yang baik juga kami beri kepercayaan untuk memimpin sekolah," ucap Iksan, Jumat (26/6/2026). ***