SUMENAP, DIMADURA–Kematian Moh. Firman Ramadhani (22), warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga. 

Mereka mempertanyakan penanganan medis yang diterima Firman di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep sebelum meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026) pagi.

Keluarga menduga terdapat masalah dalam pemberian obat melalui suntikan serta penanganan pasien ketika kondisinya memburuk. 

Dugaan itu muncul setelah Firman disebut mengalami muntah-muntah dan kejang, disertai keluarnya busa dari mulut dan hidung, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Namun, dugaan keluarga tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kekematian

Kepastian mengenai kondisi medis pasien, jenis obat yang diberikan, serta kaitannya dengan kematian memerlukan pemeriksaan berdasarkan rekam medis dan keterangan tenaga kesehatan yang menangani.

Hingga Kamis (15/10/2026), manajemen RS BHC Sumenep belum menyampaikan kronologi lengkap maupun hasil investigasi internal terkait kejadian tersebut.

Salah seorang anggota keluarga berinisial Y mengatakan, Firman mulai menjalani perawatan di RS BHC pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut Y, kondisi pasien sempat dinyatakan membaik oleh dokter yang menangani pada Senin (12/10/2026) malam. Keluarga bahkan mendapat informasi bahwa Firman diperkirakan sudah bisa pulang pada hari berikutnya.

“Pada Senin (12/10/2026) malam, dokter yang menangani bilang bahwa kondisi pasien sudah membaik. Bahkan, dipastikan pasien bisa pulang esok harinya,” kata Y, Selasa (13/10/2026) malam.