Firman akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB, berdasarkan keterangan keluarga.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi dasar bagi keluarga untuk mempertanyakan tindakan medis yang dilakukan sebelum pasien meninggal. 

Meski demikian, urutan kejadian berdasarkan penuturan keluarga belum cukup untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara suntikan, gejala yang dialami pasien, dan kematiannya.

Setelah Firman meninggal, keluarga mengaku mendatangi ruang perawat untuk meminta penjelasan mengenai penanganan pasien, terutama terkait dugaan pasien ditinggalkan ketika mengalami muntah-muntah.

Y menyebut keluarga belum memperoleh penjelasan yang dianggap memadai untuk menjawab pertanyaan mereka mengenai tindakan petugas pada saat kondisi Firman memburuk.

Keluarga juga menduga kematian Firman mungkin berkaitan dengan reaksi terhadap obat yang diberikan melalui suntikan. Namun, dugaan mengenai keracunan atau overdosis tersebut masih berupa penilaian keluarga dan belum didukung hasil pemeriksaan medis yang dipublikasikan.

“Kami menduga, pasien mengalami keracunan atau overdosis akibat obat yang disuntikkan perawat. Karena setelah komunikasi dengan beberapa orang dengan melihat gejala yang menimpa pasien sebelum meninggal, kemungkinan keracunan obat,” kata Y.

Keluarga turut mempertanyakan apakah kondisi pasien telah dievaluasi kembali sebelum obat diberikan serta bagaimana petugas merespons ketika gejala serius muncul setelah tindakan tersebut.

Pertanyaan itu memerlukan penjelasan dari pihak rumah sakit berdasarkan catatan pemberian obat, rekam medis, pemantauan kondisi pasien, serta keterangan tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian.

Dalam pemberitaan media dimadura.id sebelumnya, manajemen menyatakan masih melakukan investigasi internal. untuk menelusuri persoalan yang dipersoalkan keluarga pasien.