SUMENAP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperkirakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 diproyeksikan hanya tercapai sekitar 90 persen.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH Imam Hasyim memperkirakan realisasi pendapatan daerah tersebut paling tinggi hanya mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan.
Proyeksi itu disampaikan Imam Hasyim saat diwawancarai awak media seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumenep, Rabu (14/10/2026) malam.
Rapat tersebut membahas jawaban bupati atas kritik tujuh fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.
“Optimis (PAD) capai target. Oh, enggak sampai 100 persen. Yang paling banyak adalah 90 persen,” kata Imam.
Pernyataan itu menjadi perhatian di tengah pembahasan RAPBD 2027, ketika kemampuan pemerintah daerah meningkatkan pendapatan menjadi salah satu faktor penting untuk menopang pembiayaan pembangunan dan belanja daerah.
Berdasarkan penelusuran pada laman Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan pada Jumat (16/10/2026), realisasi PAD Sumenep tahun 2026 tercatat sebesar 76,98 persen atau sekitar Rp 273,17 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa realisasi pendapatan masih perlu ditingkatkan untuk mendekati target tahunan. Namun, proyeksi akhir realisasi PAD tetap bergantung pada perkembangan penerimaan hingga tutup tahun anggaran.
Selain persoalan pendapatan, pembahasan RAPBD 2027 juga diwarnai kritik fraksi DPRD mengenai defisit anggaran dan minimnya alokasi belanja modal.
Menanggapi berbagai catatan tersebut, wabup Imam mengatakan Pemkab Sumenep akan menghimpun masukan dari seluruh fraksi untuk dibahas lebih lanjut bersama komisi-komisi DPRD.

