SUMENAP, DIMADURA–Festival Musik Tong-Tong se-Madura di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak hanya menjadi panggung bagi kesenian khas Madura. 

Perhelatan yang berlangsung di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026), itu dibuka dengan penampilan tari tradisional dari Bali yang menghadirkan nuansa keberagaman budaya Nusantara.

Kehadiran penari dari Pulau Dewata tersebut menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, penampilan mereka disambut antusias oleh penonton yang menyaksikan pembukaan festival.

Perpaduan kesenian dari Bali dengan festival musik tong-tong khas Madura menjadi gambaran keberagaman tradisi yang dapat ditampilkan dalam satu panggung kebudayaan.

Festival tahunan itu diikuti 10 grup musik tong-tong dari berbagai daerah di Madura. 

Selain menjadi ruang bagi seniman untuk menampilkan kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat keberadaan seni tradisional di tengah masyarakat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi keikutsertaan penari asal Bali dalam rangkaian kegiatan bertajuk Kharisma Nusantara tersebut.

“Sangat mengapresiasi penari yang berasal dari Bali,” kata Fauzi.

Menurut dia, pelestarian kesenian dan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya dengan melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan seni.

Partisipasi pelajar dalam festival dinilai penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan daerah sekaligus mengenalkan tradisi kepada generasi berikutnya.

“Ini bagian cara kita untuk terus menanamkan dan menjaga kesenian dan budaya,” ucap Fauzi.

Selain menjadi ajang pertunjukan seni, Festival Musik Tong-Tong se-Madura diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pariwisata daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti, berharap kegiatan tersebut membawa manfaat bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Semoga dapat membawa dampak positif wisata di Indonesia,” harap Eni. ***