Kedatangan tersebut untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus permintaan maaf kepada keluarga dengan membawa beras, minyak goreng dan mie instan.
Namun, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan internal yang disebut belum selesai.
Upaya wartawan meminta klarifikasi kepada manajemen BHC, Senin (19/10) juga belum membuahkan hasil. Petugas keamanan rumah sakit, Moh. Fauroq, menyampaikan bahwa jajaran manajemen sedang berada di Surabaya diduga dipanggil Ketua Banggar RI, MH Said Abdullah.
Belum ada penjelasan resmi mengenai agenda pemanggilan tersebut maupun kaitannya dengan kasus kematian Dani.
Direktur BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, serta pihak hubungan masyarakat dan pemasaran rumah sakit juga belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Ellya Fardasah, sebelumnya menyatakan perlu memastikan informasi kepada jajarannya sebelum memberikan komentar lebih jauh. Saat kembali dihubungi, ia belum memberikan respons.
Hingga, tindak lanjut pemerintah daerah dan hasil investigasi internal rumah sakit masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban. Pemanggilan oleh Komisi IV DPRD Sumenep diharapkan menjadi ruang klarifikasi untuk mengurai persoalan penanganan pasien sekaligus memastikan langkah yang akan ditempuh apabila ditemukan masalah dalam pelayanan.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga pemberitaan tetap berimbang dan berbasis fakta. ***

