NEWS ADVERTORIAL – Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), BRI Branch Office Sumenep menggelar donor darah untuk para karyawan. Kegiatan ini diikuti segenap karyawan, termasuk Pemimpin Kantor (Pinca) BRI Cabang Sumenep, Heru H., Selasa 7 Mei 2024.
Pinca Heru mengatakan, kegiatan donor darah ini akan diagendakan menjadi program rutin triwulan untuk para karyawan BRI Branch Office Sumenep.
"Saya harap ini nanti bisa dijadikan program rutin tiap tiga bulan sekali, untuk karyawan, atau barangkali juga ada pendonor yang dari luar, nanti kita bantu fasilitasi," ungkapnya.
[caption id="attachment_4433" align="aligncenter" width="730"]
ANTUSIAS: Sejumlah karyawan BRI Branch Office Sumenep saat donor darah (Foto: Mazdon/Arsip Dimadura)[/caption]
Pinca Heru lalu mengisahkan betapa pentingnya kegiatan donor darah. "Kenapa, karena dulu waktu anak saya lahir ya, dan istri saya harus operasi sesar, kita butuh 3 kantong darah, itu harus segera," katanya.
"Waktu itu ketuban sudah pecah segala macem ya, jadi dari situlah ternyata pada saat dibutuhkan dan butuh tindakan, dalam hal ini operasi, setetes darah yang kita punya itu amat sangat berguna untuk menolong orang lain," imbuhnya.
Melihat kondisi sang istri kala itu, Pinca Heru yang saat ini bertugas memimpin BRI Branch Office Sumenep merasa perlu mengagendakan program rutin donor darah untuk para karyawan. Karena menurutnya, kegiatan ini sangat positif dan amat bermanfaat bagi sesama.
"Aksi kemanusiaan yang saya kira cukup mudah itu ya ini, kita mulai dari diri sendiri dan para karyawan," tukasnya.
[caption id="attachment_4435" align="aligncenter" width="730"]
OPTIMIS & KOMPAK: Pinca BRI Branch Office Sumenep, Heru H. bersama Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sumenep, dr Suci Ernawati (Foto: Mazdon/Arsip Dimadura)[/caption]
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sumenep, dr Suci Ernawati mengatakan, saat ini kebutuhan stok darah di kabupaten ujung timur Pulau Madura cukup banyak.
"Jadi kebutuhan stok darah di kami, rata-rata setiap bulan itu sampai 800 kantong, kadang 900 bahkan kebutuhan kita kadang mencapai 1000 kantong darah," ungkapnya.
Jika bukan dari masyarakat yang rela menyumbangkan darahnya, sambung dia, maka darimana pihaknya bisa memenuhi kebutuhan itu?