SUMENEP, DIMADURA - Simpang-siur keputusan mengenai status Buzairi sebagai PPS terpilih antara menurut Ketua KPU Sumenep, Rahbini, dengan si raja Parmas dan SDM KPU setempat, Rafiqi Tanzil bikin publik bingung.

Hal itu karena diduga sempat terjadi cekcok antara Ketua KPU Sumenep, Rahbini, dengan si raja Parmas Rafiqi, terbaca dalam kontras keterangan keduanya soal status Buzairi kepada wartawan.

Menurut raja Rahbini, Buzairi telah mengundurkan diri sebagai PPS Pemilukada 2024. Sementara dalam pernyataan raja Parmas Rafiqi, Buzairi harus tetap dilantik.

Pernyataan Ketua KPU Rahbini

Kepada wartawan, Rahbini menyatakan bahwa salah satu PPS terpilih atas nama Buzairi, warga Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk, sudah memundurkan diri malam itu juga, Sabtu (25/6).

"Tadi malam sudah diklarifikasi, jadi yang bersangkutan sudah memundurkan diri," kata Rahbini, saat dimintai keterangan usai melantik ribuan anggota PPS di Gedung Adipoday Sumenep, Minggu (26/5).

Rahbini mengaku, PPS terpilih atas nama Buzairi disinyalir memang terdaftar aktif sebagai Bendahara PKB Kecamatan Dasuk, pihaknya mengaku lalu melakukan proses penggantian antar waktu (PAW).

"Semalam yang bersangkutan sudah memundurkan diri sebagai PPS, jadi tidak dilantik hari ini, tentu sudah di-PAW," katanya.

Karena sudah di-PAW, maka sebagai penggantinya adalah anggota PPS nomor urut 4 atas nama Hasan atau yang dikenal dengan julukan Hasan Lintang.

Ditanya soal keteledoran KPU Sumenep dalam melakukan seleksi PPS tahun ini, Rahbini berdalih karena sistem rekrutmen dilakukan secara online.