Siapakah engkau sebenarnya Wahai Muhammad Hingga seluruh hati begitu dahsyatnya merindukanmu.
"
Pertanyaan retoris ini menggambarkan kekaguman yang luar biasa terhadap sosok Nabi Muhammad. Dalam tradisi sufistik, Nabi Muhammad sering dipandang sebagai model tertinggi dari kesempurnaan manusia dan sebagai perantara untuk mencapai Tuhan."
Begitupun Aku Ya Muhammad, jika Tidak karena adamu, Niscaya Tidaklah kenal diri ini kepada Rabb Pencipta Kami
"
Abd Rahem mengakui bahwa pengenalannya kepada Tuhan adalah melalui Nabi Muhammad, yang dalam sufisme dianggap sebagai sumber cahaya ilahi. Ini menunjukkan pentingnya Nabi sebagai pemandu spiritual dan mediator antara manusia dan Tuhan."
Ya Rasulallah, Hadirlah dalam Tidur Kami, Sebentar saja, Sebentar saja, Sebentar Saja
"
Permohonan ini mencerminkan kerinduan yang sangat mendalam untuk mengalami kehadiran ilahi, bahkan jika hanya dalam mimpi. Dalam sufisme, mimpi sering kali dianggap sebagai medium di mana Tuhan atau Nabi dapat berkomunikasi dengan para pencari spiritual. King Abdul Rahem melalui puisi-puisinya berhasil menyampaikan kerinduan spiritual yang mendalam dan cinta yang transenden. Dengan menggunakan elemen-elemen sufistik, ia mengeksplorasi hubungan antara manusia dengan Tuhan dan Nabi Muhammad, menyoroti pentingnya cinta dan rindu dalam perjalanan spiritual. Ketiga puisi King Abdul Rahem ini adalah cermin perjalanan rohaninya, menggambarkan pencarian terus-menerus akan kehadiran ilahi dan kebahagiaan sejati.***
King Abdul Rahem adalah Abd. Rahem. Lahir di Sumenep 05 Mei 1982. Alumni PP. Tarate Pandian Sumenep. Kini sebagai Kontributor MNC Grup (RCTI, MNCTV, GTV, dan iNewsTV). Beberapa karyanya dimuat dibeberapa Media Lokal dan Nasional.
