Pengawasan juga harus ditingkatkan, terutama untuk area sensitif seperti tepi sungai. Tanpa pengawasan yang ketat, regulasi hanya akan menjadi dokumen tanpa makna.
Pelajaran dari Air Bah
Tanggul jebol ini bukan hanya peristiwa banjir biasa. Ia adalah pengingat bahwa tata ruang bukan sekadar teori di atas kertas. Ada konsekuensi nyata ketika ruang tidak dikelola dengan baik.
Dan bagi BHC, mungkin ini saatnya untuk membuktikan bahwa keberadaannya di tepi sungai tidak membawa dampak buruk. Karena gedung megah hanya akan menjadi monumen ironis jika ternyata ia berdiri di atas fondasi masalah lingkungan.
Pada akhirnya, pertanyaan utama tetap sama: apa yang bisa kita lakukan agar air bah tidak lagi mengetuk pintu rumah kita? Atau, lebih spesifik lagi, pintu rumah sakit megah di tepi sungai itu?
Jika kita terus mengabaikan peringatan ini, jangan heran jika suatu saat nanti kita akan menyesali "pembangunan" yang justru menghancurkan kita. Toh, seperti kata pepatah:
"Manusia sering kali baru sadar setelah bencana mengetuk pintu rumah sendiri!"