Lulus dari UIN Syarif Hidayatullah, ia kembali ke almamaternya di Surabaya dan menempuh pendidikan doktoral di bidang Ekonomi Syariah.
Sejak 2019, Lora Mujaddidi mengabdi sebagai dosen aparatur sipil negara di UIN Madura. Di tengah aktivitas mengajar dan penelitian, perhatian akademiknya semakin tertuju pada pengembangan ekonomi pesantren.
Ketertarikan itu lahir dari pengalaman yang dekat dengan kehidupannya sendiri. Tumbuh di lingkungan pesantren membuatnya menyaksikan secara langsung bagaimana lembaga pendidikan tradisional tersebut mampu membangun kemandirian melalui berbagai aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar.
Menurut Lora Mujaddidi, perilaku konsumen masyarakat Madura dalam memilih swalayan pesantren tidak semata-mata dipengaruhi pertimbangan harga atau ketersediaan barang, tetapi juga faktor kedekatan sosial dan kepercayaan terhadap lembaga pesantren.
“Di Madura, ada ikatan emosional antara masyarakat dengan pesantren. Itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan konsumen,” katanya.
Temuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pesantren memiliki peluang untuk memperkuat basis ekonomi secara berkelanjutan.
Perputaran ekonomi yang tercipta dari aktivitas usaha pesantren, jelas dia, dapat menjadi sumber pendukung pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi Lora Mujaddidi, penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik semata. Ia berharap gagasan tentang ekonomi pesantren dapat terus dikembangkan sebagai model yang relevan bagi masyarakat Indonesia.
“Pesantren sejak dulu memiliki tradisi kemandirian. Saya kira, ke depan ekonomi pesantren akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.
Perjalanan menuju gelar doktor itu menjadi kelanjutan dari tradisi keilmuan yang telah tumbuh dalam lingkungan keluarganya.
