TRENDING DUNIA – Spanyol semakin dekat dengan gelar juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah unggul sementara 1-0 atas Argentina hingga jeda babak kedua perpanjangan waktu. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion New York-New Jersey, Amerika Serikat.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol tampil lebih dominan dengan menguasai penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan Argentina. Sebaliknya, Albiceleste lebih banyak menunggu peluang melalui serangan balik yang sepanjang pertandingan gagal memberikan ancaman berarti ke gawang La Roja.
Memasuki babak tambahan pertama, Spanyol sempat memecah kebuntuan. Namun, kegembiraan para pendukungnya hanya berlangsung sesaat setelah wasit menganulir gol tersebut karena menilai lebih dahulu terjadi pelanggaran dalam proses serangan.
Situasi Argentina semakin sulit setelah gelandang Enzo Fernández menerima kartu merah pada menit 90+3' akibat akumulasi dua kartu kuning. Bermain dengan 10 orang membuat juara bertahan itu terus berada di bawah tekanan.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Spanyol pada awal babak kedua perpanjangan waktu. Ferran Torres sukses mencetak gol pada menit ke-106 untuk membawa La Roja unggul 1-0.
Meski telah memimpin, Spanyol tidak mengendurkan serangan. La Roja bahkan kembali membobol gawang Argentina beberapa menit kemudian. Akan tetapi, gol tersebut lagi-lagi tidak disahkan karena VAR menyatakan terjadi offside dalam proses terciptanya gol. Skor pun tetap bertahan 1-0.
Dominasi Spanyol tergambar jelas dari statistik pertandingan. Hingga jeda extra time kedua, La Roja telah melepaskan 20 tembakan, dengan 11 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Argentina belum mampu mencatatkan satu pun tembakan sepanjang pertandingan.
Penguasaan bola juga mutlak menjadi milik Spanyol dengan 68 persen, berbanding 32 persen milik Argentina. La Roja mencatat 756 operan dengan akurasi mencapai 91 persen, sementara Argentina hanya membukukan 375 operan dengan akurasi 79 persen.
Pertandingan berlangsung keras. Argentina melakukan 22 pelanggaran, lebih banyak dibandingkan Spanyol yang mencatat 17 pelanggaran. Albiceleste juga telah mengoleksi empat kartu kuning dan satu kartu merah, sedangkan Spanyol belum menerima kartu sama sekali.
Dominasi Spanyol juga terlihat dari situasi bola mati. La Roja memperoleh sembilan tendangan sudut, sedangkan Argentina hanya satu. Spanyol tercatat dua kali terjebak offside, sementara Argentina satu kali.

