Wabup Sumenep dan WHO Australia Bahas Strategi Penanganan KLB Campak
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat strategi penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang ditetapkan sejak akhir Agustus lalu.
Upaya ini mendapat perhatian langsung dari World Health Organization (WHO) Australia yang mengirim perwakilannya untuk memantau perkembangan di lapangan.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menerima kunjungan Dr. Chavia dari WHO Australia di rumah dinasnya, Jalan Dr. Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Rabu (10/9/2025).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Pendidikan, serta sejumlah pihak terkait.
Berdasarkan data pemerintah daerah, cakupan imunisasi campak di Sumenep kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Imam Hasyim menegaskan, percepatan vaksinasi menjadi prioritas utama dengan melibatkan tenaga medis, sekolah, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat.
“Kami mendorong semua elemen, mulai dari NU, Muhammadiyah, IPNU, IPPNU, Aisyiyah, Kementerian Agama, hingga kader posyandu, untuk aktif menyampaikan pentingnya imunisasi. Dukungan masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan program ini,” kata Imam. Rabu, (10/09/25).
Ia juga menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak ragu membawa anak-anaknya mengikuti imunisasi.
Imam menekankan bahwa pencegahan sejak dini merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak dari risiko penyakit menular.
Dalam pertemuan itu, Dr. Chavia menyinggung persoalan pro-kontra di masyarakat terkait status halal vaksin.
Menjawab hal itu, Imam menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), NU, Muhammadiyah, dan Kementerian Agama untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
“Memang sempat muncul perbedaan pendapat, namun setelah ada edukasi bersama tokoh agama dan organisasi keagamaan, masyarakat mulai menerima dengan baik. Kami optimistis Sumenep bisa segera keluar dari status KLB,” ujarnya.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan komitmen bersama untuk menuntaskan persoalan kesehatan tersebut.
WHO sendiri tidak hanya memantau, tetapi juga mendampingi pemerintah daerah dalam menelusuri penyebab penyebaran campak serta memberi edukasi langsung kepada warga.
Sementara itu, Kabid P2KB Dinas Kesehatan Sumenep, Syamsuri, menambahkan tim WHO akan melanjutkan evaluasi bersama seluruh kepala puskesmas untuk menilai hasil imunisasi serentak.
“Ini merupakan kunjungan ketiga mereka. Kehadiran WHO menunjukkan perhatian serius terhadap penanganan campak di Sumenep,” ujarnya, saat dihubungi, Rabu, (10/09/25).***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




