dimadura
Beranda Tomang Sumenep Apel Santri IBS PKMKK Teguhkan Karakter demi Marwah Pendidikan Generasi Masa Depan

Apel Santri IBS PKMKK Teguhkan Karakter demi Marwah Pendidikan Generasi Masa Depan

Foto: SMA Islam Miftahul Ulum menggelar Sosialisasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). (Istimewa/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Apel santri yang digelar di halaman IBS PKMKK menjadi momentum penguatan karakter dan pendidikan moral bagi para santri di tengah tantangan perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial yang terus berkembang. Senin (18/5/2026).

‎Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan unsur pesantren dan kepolisian sebagai bentuk sinergi dalam pembinaan generasi muda.

‎Kegiatan apel dihadiri Kapolsek Larangan AKP Suyanto, bersama AIPTU Agus Salim Romadhan dan BRIPTU Ferlian Qurrata A’yun.

‎Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan pesantren dinilai sebagai upaya membangun kolaborasi dalam menciptakan generasi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab sosial.

‎Dalam amanatnya, AKP Suyanto menekankan pentingnya bijak menggunakan teknologi dan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital.

‎Ia mengingatkan para santri agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu maupun konten yang dapat merusak moral generasi muda.

‎“Teknologi harus dimanfaatkan secara positif. Setiap informasi yang diterima perlu disaring dan diverifikasi agar tidak mudah terjebak hoaks maupun informasi menyesatkan,” jelas AKP Suyanto di hadapan peserta apel.

‎Selain itu, ia juga mengajak para santri untuk menjauhi perilaku perundungan, baik secara langsung maupun melalui media digital.

‎Menurut AKP Suyanto, tindakan bullying dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis seseorang dan merusak nilai-nilai kemanusiaan.

‎Kapolsek Larangan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.

‎Ia menilai santri memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa yang harus menjaga akhlak dan nama baik lembaga pendidikan.

‎“Jadilah generasi yang mampu membanggakan orang tua dan guru melalui prestasi serta akhlak yang baik,” kata dia.

‎Pesan-pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para santri dan dewan guru.

‎Dalam tradisi pendidikan pesantren, pembentukan karakter dan moral dinilai sama pentingnya dengan pencapaian akademik.

‎Sementara itu, Direktur Utama IBS PKMKK Kh. Achmad Muhlis, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterlibatan jajaran kepolisian dalam proses pembinaan karakter santri di lingkungan pesantren.

‎Menurut dia, pendidikan karakter tidak dapat dibangun hanya melalui pembelajaran formal di kelas, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aparat keamanan, keluarga, dan tokoh sosial.

‎“Kami berterima kasih kepada Kapolsek Larangan beserta jajaran yang selama ini turut membantu dalam proses pembentukan karakter santri. Sinergi seperti ini sangat penting dalam membangun generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” terang dia.

‎Kh. Achmad Muhlis menambahkan, pendidikan pesantren sejatinya tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan moral, spiritualitas, dan kepedulian sosial santri terhadap kehidupan masyarakat.

‎”Kegiatan apel santri ini menjadi ruang edukasi untuk memperkuat kedisiplinan, etika bermedia sosial, serta kesadaran moral generasi muda Islam dalam menghadapi perubahan zaman,” tutup dia.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan