SUMENEP, DIMADURA–Bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoil biosolar B50 mulai didistribusikan ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Masyarakat di wilayah tersebut sudah dapat mengakses BBM jenis baru itu sejak 11 Juli 2026.
BBM B50 merupakan bahan bakar jenis solar yang dicampur dengan 50% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dan 50% solar fosil.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, distribusi biosolar B50 telah menjangkau setiap titik SPBU di Sumenep.
“Sudah masuk di setiap titik SPBU sejak tanggal 11 Juli lalu,” kata Dadang saat dikonfirmasi awak media, Kamis (23/7/2026).
Lanjutnya, biosolar B50 yakni bahan bakar dengan komposisi campuran bahan bakar nabati berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 50 persen.
Menurut Dadang, perubahan jenis BBM tersebut tidak diikuti kenaikan harga. Harga biosolar tetap Rp6.800 per liter.
“Harganya masih sama, tidak ada perubahan,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, penerapan biosolar B50 juga tidak mengubah kuota penyaluran biosolar untuk Kabupaten Sumenep.
Kuota biosolar di Sumenep tetap sebesar 44.851 kiloliter (KL).

